Menanti Terang di Muara Beloan, Langkah Pelan Suri Membuka Jalan bagi PLN tanpa Koar-koar

SENDAWAR, KALTIM PERS — Sebilah parang dibawanya dari rumah, Rabu (23/9/2026). Dengan langkah yang tak lagi secepat masa muda, Samsuri menyusuri jalan sekitar 800 meter menuju lokasi gotong royong di Kampung Muara Beloan, Kecamatan Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat.

Usianya sudah 68 tahun. Namun, warga yang akrab disapa Suri itu tak ingin sekadar menunggu listrik PLN menyala di rumahnya. Ia memilih ikut membuka jalan bagi datangnya terang.

Di antara warga yang bergotong royong, Suri ikut menebas semak belukar dan memangkas dahan pohon yang berpotensi menghalangi lintasan jaringan listrik PLN. Sesekali ia berhenti, lalu kembali mengayunkan parang yang dibawanya dari rumah.

Suri lahir di Muara Beloan pada 1 Januari 1958. Bersama istrinya, Marheni, ayah tiga anak itu tinggal di RT 4 Jalan Kartini. Muara Beloan menjadi tempat ia lahir, membesarkan keluarga, sekaligus menjalani sebagian besar perjalanan hidupnya.

Karena itu, ketika pembangunan jaringan PLN mulai menyentuh kampungnya, Suri merasa harus ikut mengambil bagian. Tak ada upah yang ditunggunya. Baginya, tenaga yang masih dimiliki sudah cukup menjadi alasan untuk turun bersama warga.

“Kalau untuk pembangunan kampung, selama masih mampu, kita ikut membantu,” tutur Suri.

Menunggu Listrik PLN

Bagi masyarakat Muara Beloan, tiang dan jaringan yang kini mulai dibangun bukan sekadar proyek infrastruktur. Kehadiran PLN menyimpan harapan panjang masyarakat yang selama ini belum menikmati pelayanan listrik sebagaimana sejumlah kampung lainnya.

Selama bertahun-tahun, sebagian kebutuhan listrik masyarakat dipenuhi menggunakan genset dan listrik kampung. Pengoperasiannya membutuhkan bahan bakar yang pada akhirnya ikut menjadi beban biaya bagi masyarakat.

Itulah sebabnya Suri menyambut pembangunan jaringan PLN dengan antusias. Ia berharap, ketika listrik PLN akhirnya menyala, masyarakat dapat memperoleh pelayanan listrik yang lebih mudah dan mendukung berbagai aktivitas sehari-hari.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Petinggi Muara Beloan Rudy Suhartono, yang menurutnya terus memperjuangkan masuknya jaringan PLN ke kampung tersebut.

“Terima kasih kepada Petinggi Rudy Suhartono yang sudah berjuang agar PLN bisa masuk ke kampung kami. Mudah-mudahan pembangunannya cepat selesai dan masyarakat segera menikmati listrik PLN,” katanya.

Pemerintah Kampung Muara Beloan sebelumnya telah mengusulkan pembangunan jaringan listrik tersebut sekitar tiga tahun lalu. Usulan itu terus dikawal hingga pembangunan jaringan mulai direalisasikan pada 2026.

Gotong Royong Menjemput Terang

Di tengah pembangunan itu, gotong royong menjadi bagian yang tak terpisahkan. Petinggi Muara Beloan Rudy Suhartono bersama masyarakat turun membersihkan jalur jaringan, termasuk memangkas pepohonan yang berpotensi mengganggu pemasangan maupun jaringan listrik nantinya.

Di antara mereka ada Suri. Namun, bagi Suri, membangun kampung memang tidak mengenal batas usia. Kritik dan saran tetap diperlukan, tetapi menurut dia, pembangunan juga membutuhkan keterlibatan nyata masyarakat. Bukan sekadar Koar-koar di media sosial. “Mari bersama-sama membangun kampung. Kita ingin Muara Beloan semakin maju, mandiri, dan terlepas dari keterisolasian,” ujar Suri. (Adv/pol/KP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *