SENDAWAR, KALTIM PERS — Sedikitnya 53 kampung di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, tercatat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi tersebut tersebar di 14 kecamatan. Mulai dari Barong Tongkok, Bentian Besar, Bongan, Damai, Jempang, Linggang Bigung, Long Iram, Melak, Mook Manaar Bulatn, Muara Lawa, Muara Pahu, Nyuatan, Siluq Ngurai hingga Tering.
Hasil laporan dari kampung se-kabupaten Kutai Barat yang dirangkum oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DMPK) Kutai Barat.
Adapun berdasarkan rekapitulasi kampung yang mengalami kesulitan air bersih, persoalan yang dihadapi masyarakat beragam. Ada kampung yang sumber mata airnya mengering, sungai mengalami penurunan debit, belum memiliki tempat penampungan air, hingga kualitas air yang tidak layak digunakan. Beberapa wilayah bahkan mencatat kebutuhan pembangunan sumur bor sebagai alternatif penyediaan air bersih bagi masyarakat.
Di Kecamatan Muara Pahu, sedikitnya empat kampung masuk dalam pendataan tersebut, yakni Dasaq, Jerang Melayu, Mendung, dan Muara Beloan. Khusus Muara Beloan, yang dipimpin Kepala Kampung Rudy Suhartono, persoalan air bersih tercatat terjadi di RT 3 dan membutuhkan sumur bor. Kondisi serupa juga ditemukan di sejumlah kampung lain di Kutai Barat dengan tingkat kebutuhan dan permasalahan sumber air yang berbeda.
Rudy mengaku, dari 4 RT ada 3 RT yang sudah dibangun sumur bor. Distribusi air menggunakan sistim gravitasi per menara disediakan 4 tandon total 20.000 liter air. Meski kemarau tidak menjadikan kendala. Walaupun air Sungai Beloan mengering dan tidak layak digunakan warga. Namun masih kurang 1 sumur bor lagi di RT 3. “Inilah yang kami usulkan agar lebih maksimal pelayanan air bersih bagi warga,” kata Rudy.
Data tersebut menggambarkan bahwa ketersediaan air bersih masih menjadi persoalan infrastruktur dasar di sejumlah wilayah Kutai Barat. Penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing kampung, mulai dari pembangunan sumur bor, penyediaan bak atau tandon penampungan hingga pengembangan sumber dan jaringan air bersih agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan.(pol/KP)












