Kemarau menyurut alur sungai dan danau terus berdampak, dimulai Senin, 6 Juli 2026. Tak saja membatasi ruang gerak ponton atau kapal motor di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Mahakam. Melainkan terjadi dangkal sehingga terbatas jaraknya.
Bahkan terjadi penyempitan rawan terjadi kecelakaan air. Baru-baru ini, Kapal Motor Berkah Indah karam di Muara Pahu, akibat dangkal menabrak kayu di dasar Sungai Mahakam wilayah Kampung Sebelang, Kecamatan Muara Pahu, Jumat 10 Juli 2026.
Akibatnya muatan 50 ton besi dan semen merugi. Tak saja dialami DAS di Sungai Mahakam di Kutai Barat. Melainkan juga di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu). Dampaknya angkutan logistik dan manusia, menjadi terbatas berdampak kepada harga bisa mahal. Seperti dialami, di Desa Melintang, Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.
Luas wilayah Desa Melintang 16.488 hektar, terdiri 11.000 kawasan danau dan 135 hektare pemukiman terapung (rumah rakit). Musim kemarau yang ekstrem menyebabkan perairan dan sungai di Desa Melintang menyusut drastis hingga mengering. Hingga mengubah kawasan danau yang biasanya terendam air menjadi padang gersang. Dampaknya, harga ikan murah.
Sebagian menguntungkan warga. Tapi merugikan bagi nelayan. Sebelumnya berharga Rp30 ribu per kilogram. Kini menjadi Rp16 ribu per kilogram. Untuk mencapai lokasi perikanan menjadi jauh. menggunakan perahu ketintig 30 menit, dan pengeluaran biaya untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) bertambah. (ton/KP)












