SENDAWAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Barat bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Kinong, Kampung Jengan Danum, Kecamatan Damai, Selasa (14/7/2026) malam. Berkat penanganan terpadu bersama sejumlah unsur, api yang membakar lahan seluas sekitar tiga hektare berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar tiga jam sehingga tidak meluas ke kawasan lain.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutai Barat, Suwalas Daya Guna, mengatakan laporan mengenai kebakaran diterima Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD pada pukul 20.01 WITA. Setelah melakukan verifikasi, tim langsung diterjunkan ke lokasi dengan membawa armada pemadam kebakaran.
“Setelah dipastikan adanya kebakaran, tim BPBD langsung bergerak menuju lokasi menggunakan mobil slip-on dan truk water supply. Tim tiba sekitar pukul 20.40 WITA dan langsung melakukan pemadaman,” kata Suwalas.
Menurut dia, proses pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 23.03 WITA. Api akhirnya berhasil dikendalikan berkat kolaborasi antara BPBD Kutai Barat, Polsek Damai, staf Kecamatan Damai, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta warga setempat yang ikut membantu di lapangan.
Dalam operasi tersebut, BPBD mengerahkan 19 personel yang didukung enam unit mobil slip-on, satu unit truk water supply, dan satu unit mobil slip-on milik Kecamatan Damai. Meski harus menghadapi medan berpasir dan akses jalan yang curam, seluruh personel mampu menyelesaikan proses pemadaman tanpa kendala berarti.
“Kendala di lapangan berupa medan berpasir dan jalan yang curam. Namun, seluruh personel dapat menyelesaikan penanganan dengan selamat dan seluruh armada yang digunakan tidak mengalami kendala,” ujarnya.

Berdasarkan pendataan sementara, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar tiga hektare. Kebakaran tersebut juga sempat menyebabkan penurunan kualitas udara di sekitar Kampung Jengan Danum akibat kepulan asap yang muncul selama proses kebakaran berlangsung.
Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. BPBD Kutai Barat mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu karhutla, terutama saat kondisi cuaca kering. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin sehingga kebakaran tidak meluas dan dampaknya terhadap lingkungan maupun permukiman dapat diminimalkan.(sugih/adv/DiskominfoKubar)












