SENDAWAR, KALTIM PERS – Keberlangsungan penerbangan di Bandara Melalan, Kutai Barat (Kubar) dari 50 persen karyawan tambang batubara. Selebihnya dari kalangan para pejabat dan warga Kubar. Kuota Wing Air sekitar 65 orang. Rute penerbangan Banjarmasin, Kalimantan Selatan-Samarinda-Melalan-Samarinda-Banjarmasin.
Seminggu 3 kali yakni Senin, Rabu, dan Jumat. Waktu penerbangan Samarinda pukul 09.05 tiba di Melalan pukul 09.50 wita. Kemudian, keberangkatan dari Melalan pukul 10.15 wita tiba ke Samarinda pukul 10.55 wita. Adapun tarif penerbangan Samarinda-Melalan Rp 1,029 juta. Lebih murah harga tiket dari Melalan tujuan Samarinda hanya Rp980 ribu.Penerbangan Wing Air perdana pada Rabu, 17 Juni 2026 merupakan trobosan baik demi warga Kubar. Meski sebelumnya ada beberapa jasa penerbangan yang sempat beroperasi lalu terhenti. Penyebab jumlah penumpang tidak sesuai kuota. Namun Wing Air, kali ini berbeda dari antusias peminat penerbangan terbilang masih tinggi.
“Saya memantau masih banyak peminat penerbangan dari dan ke Kubar. Jadwal penerbangan hari ini (Jumat, 19 juni 2026) jumlah penumpang 55 orang. Tingginya antusias penumpang akan memperpanjang durasi penerbangan di Kubar, kedepannya,” kata Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Melalan, Kubar, Bernard Repelita Purba, kepala Kaltim Pers, Jumat, 19 Juni 2026. Meski data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kubar sekitar 2007 karyawan tambang di-PHK per Mei 2026. Namun belum tidak berdampak besar terhadap jasa penerbangan di Kubar.

”Memang kalau jumlah penumpang Samarinda-Melalan pulang pergi di bawah 70 persen atau sekitar 35 orang akan menyulitkan bagi kelanjutan penerbangan ke Kubar,” ungkapnya. Demikian pula jumlah penerbangan dalam seminggu. Jika peminat jasa penerbangan meningkat, maka jadwal penerbangan dalam seminggu bisa bertambah.
Soal kenapa sekarang dibuka hanya 3 kali seminggu karena sudah terkoneksi dengan jadwal penerbangan Wing Air dengan Lion Air. Keduanya satu grup jasa penerbangan. ”Makanya kalau ada penumpang Wing Air dari Kubar melanjutkan penerbangan menggunakan Lion Air akan menjadi atensi khusus,” terangnya. Diutamakan tidak ter-cancel. Jika ada penumpang tertinggal jam penerbangan, akan disediakan jam penerbangan Lion Air, berikutnya.
Untuk kondisi keamanan penerbangan di lintas udara Kubar? Purba mengungkapkan faktor alam salah satunya cuaca kabut. Syarat aman minimal jarak pandang 3 km. Jika di bawah itu, atau tidak memungkinkan akan dilakukan penundaan jam penerbangan demi keselamatan penumpang. Untuk landasan pesawat di Bandara Melalan sudah sangat memadai dari jenis pesawat Wing Air. Yakni panjang landasan 1.300 m dan lebar 30 meter. (rud/adv/diskominfokubar)












