SENDAWAR, KALTIM PERS – Warga Muara Beloan dihebohkan, kedatangan Staf Khusus Wakil Presiden (Wapres) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat, Sabtu, 30 Mei 2026. Rombongan yang dipimpin Brigjen TNI Djohan Darmawan, sekitar pukul 15.20 wita meninjau kondisi banjir di Kampung Muara Beloan. Jika tidak terjadi perubahan, dijadwalkan kunjungan Wapres Gibran Rakabuming Raka ke Muara Beloan, Senin, 1 Juli 2026.
Kunjungan awal oleh Brigjen TNI Djohan Darmawan selaku Direktur Dukungan Infrastruktur Darurat di BNPB didampingi Bupati Kubar Frederick Edwin, Wakil Bupati Nanang Adriani, Dandim 0912/Kubar Letkol Inf Doni Fransisco, Kapolres Kubar AKBP Boney Wahyu Wicaksono, Penjabat Sekda Kubar Kamius Junaidi, Kepala BPBD Kubar Yudianto Rihartono dan sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah di lingkungan Pemkab Kubar.
Rombongan disambut Camat Muara Pahu Mauliddin Said bersama Kepala Kampung Muara Beloan, Rudy Suhartono dan jajaran Pemerintah Kampung Muara Beloan. Rudy membenarkan, menurut sumber yang diterima bahwa Wapres akan meninjau kondisi banjir di Muara Beloan, pada 1 Juni 2026. “Namun informasi ini masih menunggu kepastiannya lagi, setelah hasil peninjauan dari BNPB dan Staf khusus Wapres yang sudah datang ke Muara Beloan,” kata Rudy kepada Kaltim Pers, disela-sela menyambut kedatangan rombongan tersebut di Muara Beloan, Sabtu, 30 Mei 2026.
Kemungkinan jadi apakah tidaknya Wapres yang merupakan anak sulung mantan Presiden Joko Widodo ke Muara Beloan, sambung Rudy, masih menunggu informasi berikut. Namun sesuai informasi dari Humas dan Protokol Setkab Kubar, bahwa rombongan BNPB dan Staf Khusus Wapres masih bertahan di Sendawar hingga Senin, 1 Juli 2026. Bertahannya rombongan pusat itu, apakah menunggu informasi akan kedatangan Wapres atau tidak. Hal ini masih menunggu perkembangan selanjutnya. “Kami sangat berharap agar orang nomor dua di Istana Negara tersebut bisa berkesempatan meninjau banjir di Muara Beloan,” harap Rudy.
Karena kedatangan Wapres selain pertama kali. Hal inipun bisa dimanfaatkan untuk menyampaikan kondisi di Muara Beloan agar bisa menjadi perhatian Pemerintah Pusat. Khususnya pembangunan akses jalan, menyikapi bencana banjir dan hal lainnya demi kesejahteraan warga Muara Beloan.
Langkah Petinggi Muara Beloan hingga didatangi pejabat pusat ini menjadikan atensi khusus oleh sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat Kubar. Pasalnya, langkah ini tidak segampang yang dibayangkan oleh pejabat di Tanah Air.
“Saya salut dan bangga kepada Petinggi Muara Beloan. Meski Wapres seandainya tidak datang pun sudah cukup hebat dengan kehadiran pejabat setingkat pusat seperti BNPB. Apalagi sampai pak Wapres bisa jadi datang ke Muara Beloan,” celetuk pejabat yang hadir di acara peninjauan banjir di Muara Beloan. Hal senada disampaikan, tokoh masyarakat di Sendawar yang kerap memberikan aspirasi maupun saran di media RRI Sendawar. “Bagus itu pak Petinggi, bahwa pejabat pusat bisa ke Beloan,” katanya.
Sementara itu Brigjen TNI Djohan Darmawan menyatakan, syukur bahwa kondisi banjir di Muara Beloan mulai surut. “Kita doakan agar banjir di Muara Beloan agar segera surut. Sehingga masyarakat Muara Beloan bisa beraktivitas dengan baik,” kata Djohan Darmawan.
Kedatangan ke Muara Beloan ini hanya untuk meninjau langsung kondisi banjir. Atas kondisi ini, sesuai laporan Kepala Kampung Muara Beloan akan menjadikan perhatian Pemerintah Pusat khususnya BNPB. “Kita akan serahkan bantuan banjir bagi warga Muara Beloan,” kata Djohan. Terkait kedatangan Wapres ke Muara Beloan masih menunggu informasi selanjutnya.
BANJIR MULAI SURUT

Banjir yang melanda Kampung Muara Beloan, Kecamatan Muara Pahu sudah hampir 2 minggu. Ketinggian air hingga mencapai 2,6 meter sampai 3,5 meter dari tanah. Akibat banjir ini sebanyak 22 rumah dari 31 kepala keluarga terparah dilanda banjir. Sementara jumlah keseluruhan 114 rumah di Muara Beloan. Meski tidak ada korban jiwa, namun tetap menjadikan kerugian sejumlah harta benda bagi warga Muara Beloan.
Akibat banjir ini, Petinggi Muara Beloan Rudy Suhartono sudah melaporkan secara cepat kepada BPBD Kubar. Dengan sigap, BPBD Kubar sudah datang ke Muara Beloan, Senin, 25 Mei 2026. Sekaligus memberikan bantuan sembako, alas tidur dan selimut.
“Kami bersyukur air sudah mulai surut jelang Iduladha pada hari Rabu, 27 Mei 2026. Kini banjir secara berangsur-angsur air sudah mulai surut terus. Bahkan 22 rumah yang lantainya terendam sudah tidak lagi,” kata Rudy Suhartono, Kepala Kampung Muara Beloan.
“Saya juga masih memantau perkembangan banjir di Muara Beloan. Karena hujan masih sering turun,” katanya. Muara Beloan berpenduduk 213 kepala keluarga dan 757 jiwa. Memiliki luas wilayah 8.430 hektar. Dari luasan itu, 95 persen kawasan rawa, ada 2 danau besar dan 5 danau kecil serta belasan anak sungai. Sumber air banjir kiriman dari Sungai Mahakam yang meluap. Di samping itu, air Sungai Kedang Pahu, anak Sungai Mahakam. “Dua sumber air itu kerap melanda banjir berbulan-bulan dialami warga Muara Beloan,” terangnya.
Atas kondisi ini, Rudy mengatakan, telah mengusulkan beberapa unit pelabuhan terapung. Digunakan jika banjir untuk tempat pengusian korban banjir. Di luar itu pula dapat dimanfaatkan untuk pelabuhan transportasi air warga secara umum. (ton/KP)












