BPBD Gercap Banjir di Beloan, Petinggi : Perlu Pelabuhan Terapung Tempat Pengungsian

Suwalas Daya Guna, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kubar (9 kanan) serah terima bantuan kepada Petinggi Muara Beloan Rudy Suhartono dan para korban banjir di Kantor Kepala Kampung Muara Beloan, Senin, 25 Mei 2026.

SENDAWAR, KALTIM PERS – Gerak cepat (Gercap) dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Barat (Kubar), membantu 22 kepala keluarga korban banjir di Kampung Muara Beloan, Kecamatan Muara Pahu, Senin, 25 Mei 2026. Sehari setelah, dilaporkan oleh Kepala Kampung Miaura Beloan, pihak BPBD Ku bar langsung menurunkan 3 perahu karet mesin 15 hp menyisir lokasi banjir, memberikan sembako, alas tidur dan selimut bagi korban banjir.

“Kami berterima kasih kepada Pak Petinggi Muara Beloan yang sigap melaporkan kepada BPBD, sehari setelah meninjau korban banjir. Hasilnya langsung mendapatkan bantuan dari Pemkab Kubar melalui BPBD Kubar,” kata Ketua BPK Muara Beloan Herpandi, disela-sela penyerahan bantuan korban banjir di Kantor Kepala Kampung Muara Beloan bersama BPBD Kubar, Senin, 25 Mei 2026.

ARMADA : 3 unit perahu karet mesin 15 HP digunakan menyisir pemukiman korban banjir di Muara Beloan. Upaya evakuasi jika diperlukan.

Hal senada dikatakan BPBD Kubar, gerak cepat Kepala Kampung Muara Beloan melaporkan kondisi banjir di Muara Beloan. “Baru kali ini saya mendengar ada petinggi yang cepat melaporkan kepada kami (BPBD). Kami sangat senang karena atas laporan ini sangat membantu BPBD Kubar dalam penangganan banjir di Kubar,” kata Kepala BPBD Kubar Yudianto Rihartono melalui Suwalas Daya Guna, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kubar, di lokasi banjir di Muara Beloan.

KOMPAK : Bersama Kepala Kampung Muara Beloan dan Tim BPBD Kubar yang terjun langsung ke Muara Beloan.

Terkait penangganan korban banjir di Kubar, pihak BPBD Kubar telah melakukan langkah serupa. Diantaranya korban banjir di wilayah Kecamatan Long Iram dan Tering. Untuk kondisi banjir sudah mulai surut. Meski ada informasi kondisi air dari Kabupaten Mahakam Ulu ada kenaikan. “Semoga saja, air segera surut kembali,” katanya.

Terpisah, Kepala Kampung Muara Beloan Rudy Suhartono menyebutkan, banjir di Muara Beloan sebenarnya bencana yang kerap terjadi. Setahun 1 bahkan 2 kali. Sumber air banjir, kiriman dari Sungai Mahakam yang meluap. Kemudian air dari Sungai Kedang Pahu, anak Sungai Mahakam terakses ke Kecamatan Damai dan Muara Lawa. “Terkadang air Sungai Mahakam surut. Tapi Muara Beloan masih banjir karena mendapatkan kiriman dari Sungai Kedang Pahu. Demikian sebaliknya, air Sungai Kedang Pahu surut, tapi dapat kiriman air dari Sungai Mahakam,” kata Rudy.

Bahkan hingga Senin, 25 Mei 2026. Kondisi air masih bertahan. Meski di sejumlah kampung dan kecamatan lain di alur Sungai Mahakam di Kubar air sudah mulai surut. Tapi di Muara Beloan air masih bertahan. Bahkan ada upaya air akan naik.

Hingga Senin, 25 Mei 2026, ketinggian banjir di pemukiman warga di Muara Beloan sekitar 2,5 meter hingga 3 meter. “22 korban banjir menyelamatkan diri bersama keluarga dengan cara membangun lantai panggung di dalam rumah. Adapula yang harus mengungsi ke rumah keluarganya yang tinggi dari rendaman banjir,” katanya.

MENGUNGSI : Terpaksa penghuninya mengungsi ke rumah keluarga yang lebih tinggi dari rendaman banjir.

Kondisi ini akan lebih memprihatinkan, jika air masih merangkak naik. Karena Muara Beloan yang memiliki luas 8.430 hektar tidak ada perbukitan. Melainkan 90 persen rawa, sisanya belasan alur anak sungai dan beberapa danau. “Ya warga hanya bisa bertahan di pemukiman saja. Mau apalagi,” sebutnya.

Untuk itu, Pemerintah Kampung Muara Beloan mengusulkan kepada Pemkab Kubar melalui dinas terkait agar dialokasikan anggaran pengadaan pelabuhan terapung menggunakan drum atau styrofoam (busa) berukuran 4 atau 6×12 meter. Selama banjir bisa sebagai tempat atau kemah darurat penempatan pengungsian korban banjir. Selebihnya dilur banjir, dapat digunakan tempat penjemuran ikan asin atau pelabuhan umum. “Jadi manfaatnya banyak bagi warga,” ucapnya. (ton/KP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *