KUTAI BARAT, KALTIM PERS— Bupati Kutai Barat Frederick Edwin memaparkan sejumlah capaian pembangunan sekaligus tantangan yang masih dihadapi pemerintah daerah dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutai Barat, Kamis (5/11/2026). Dalam upacara puncak peringatan yang berlangsung di Sendawar tersebut, Frederick menegaskan bahwa pembangunan daerah harus terus diarahkan pada pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Mengusung visi Kutai Barat yang Semakin Sejahtera, Aman, Adil, Merata dan Beradat, pemerintah daerah mencatat sejumlah kemajuan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025 mencapai 75,38. Jumlah penerima beasiswa pendidikan jenjang SD dan SMP meningkat dari 1.702 siswa pada 2025 menjadi 3.167 siswa pada 2026. Sementara itu, prevalensi stunting berdasarkan data E-PPGBM turun dari 12,31 persen menjadi 11,49 persen. Di bidang ekonomi, realisasi investasi pada Triwulan III 2026 mencapai Rp 7,98 triliun atau 117,43 persen dari target, dengan total 1.215 proyek.
Di sektor infrastruktur, indeks kualitas layanan infrastruktur meningkat dari 60,52 persen pada 2024 menjadi 64,80 persen pada 2025. Pemerintah juga menargetkan pembangunan jalan sepanjang 120 kilometer dan delapan jembatan pada 2027 dengan pagu anggaran Rp 1,2 triliun, termasuk penyelesaian Jembatan Aji Tullur Jejangkat. Namun, pemerataan infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah. Sebanyak 21 kampung belum teraliri listrik PLN, sedangkan 46 kampung masih berada dalam wilayah tanpa akses internet atau blank spot. Pemerintah juga menghadapi tantangan penurunan Dana Bagi Hasil (DBH) dari Rp 2,95 triliun pada 2025 menjadi Rp 2,22 triliun pada 2026.
Frederick turut menyoroti persoalan kemiskinan, kerusakan infrastruktur, kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla). Tercatat 225 kejadian karhutla dengan luas lahan terdampak mencapai 7.483,38 hektare di Kutai Barat. Ia mengajak seluruh unsur pemerintah, dunia usaha, tokoh adat, tokoh agama, pemuda dan masyarakat memperkuat gotong royong serta menjaga persatuan. Menurut dia, setiap program dan anggaran pembangunan harus tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Semangat “Bersama Membangun, Merata dalam Kemajuan, Sejahtera dalam Kehidupan” diharapkan menjadi landasan bersama untuk mewujudkan Kutai Barat yang semakin maju, sejahtera dan berkeadilan.(Porkomda)












