KUTAI BARAT, KALTIM PERS— Dinas Perhubungan Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, tengah melakukan rehab dermaga di Kecamatan Muara Pahu. Pekerjaan tersebut ditargetkan rampung pada 2026 agar dermaga kembali berfungsi sebagai sarana bongkar muat barang dan penumpang melalui jalur sungai.
Dermaga ini berperan dalam mendukung transportasi antarkecamatan di Kutai Barat serta konektivitas kapal dari Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara, hingga Kabupaten Mahakam Ulu. Sebelumnya, dermaga tersebut tidak digunakan selama beberapa tahun karena kerusakan pada sejumlah bagian dermaga terapung.
Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kutai Barat Rita Nursandi mengatakan, dermaga itu merupakan aset pemerintah kabupaten yang diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).”Pengelolaan dermaga tersebut juga diharapkan menjadi percontohan dalam mengoptimalkan aset daerah sebagai sumber pendapatan,” kata mantan Kabag SDA Setkab Kutai Barat.
Menurut Rita, dermaga terapung di Kecamatan Melak dan Tering merupakan aset Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Karena itu, pemanfaatannya untuk menambah PAD Kutai Barat memerlukan mekanisme tersendiri. Skema bagi hasil dapat dipertimbangkan apabila terdapat pengaturan melalui peraturan daerah provinsi.
Rita berharap, kondisi musim kemarau dapat mendukung kelancaran pengerjaan rehab, terutama pada bagian bawah dermaga yang biasanya terendam banjir. Dengan selesainya pekerjaan tersebut, dermaga diharapkan kembali mendukung mobilitas penumpang, distribusi barang, dan aktivitas ekonomi masyarakat di sepanjang jalur sungai. (rud/KP)












