Bayan Haji Isam Run 2026 di Balikpapan

Catatan Rizal Effendi

ADA yang Istimewa dari penyelenggaraan Bayan Run 2026.  Ada “bintang tamu” yang ditunggu 6.700 peserta yang menyerbu Lapangan Merdeka Balikpapan, Minggu (11/10). Bukan pelari, bukan artis. Tapi dia adalah penguasa baru di PT Bayan Resources TBK (BYAN).

Sang penguasa baru itu adalah Andi Syamsuddin yang akrab dipanggil Haji Isam. Dia pengusaha paling tajir di provinsi tetangga, Kalimantan Selatan pada saat ini.  Haji Isam yang juga akrab dengan Presiden Prabowo Subianto secara resmi membeli atau mengakuisisi 10 miliar (30 persen) saham BYAN.

Sayang Haji Isam tak muncul di acara lari tahunan Bayan yang ke-5 itu. “Aku pikir Haji Isam datang untuk perkenalan, pengen sekali aku mau lihat wajah beliau,” kata seorang pelari putri bersemangat.

Yang melepas para pelari di garis start adalah mantan Kapolri, Jend  Pol (Purn) Timur Pradopo. Dia sudah lama bergabung di BYAN. Duduk sebagai komisaris independen. Timur didampingi Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro, Wakapolda Brigjen Pol Ruatam Mansur, Plt Kadispora Kaltim Rasman Rading dan Pj Sekda Balikpapan Agus Budi Prasetyo.

Pemilik BYAN, Datuk Low Tuck Kwong juga tidak datang. Tahun lalu dia ada dengan sejumlah pemilik saham lainnya. Direktur Operasi Lim Chai Hock yang akrab dipanggil Mister Lim juga tidak tampak. Dari manajemen BYAN Balikpapan terlihat di antaranya Senior Manager Suhud Wahyudi. Orang Kaltim lebih akrab menyebut PT Bayan Resources Tbk sebagai Gunung Bayan.

Haji Islam selama ini tinggal di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalsel. Rumahnya bak Istana Raja dibangun di atas lahan seluas 20 hektare. Di situ ada fasilitas pribadi di antaranya lintasan offroad. Dia dan anaknya, Jhoni Saputra memang menyukai olahraga otomotif yang ekstrim.

Kalau nanti dia rajin ke Kaltim bisa jadi olahraga offroad di daerah ini lebih hidup lagi. Di Kaltim ada beberapa pengusaha punya hobi yang sama. Di antaranya H Redy Asmara, orang Banjar juga. Ada Roy Nirwan bersama dua anaknya, Glenn dan Ryan serta Gatotkoco, yang pernah menjadi Ketua Indonesia Offroad Federation (IOF) Balikpapan.

Olahraga offroad adalah cabang balapan otomotif menggunakan kendaraan khusus seperti mobil jip, SUV, truk, buggy atau motor. Lintasan yang digunakan adalah jalur non-aspal yang medannya sangat ekstrim.

Meski diliputi asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Bayan Run 2026 berlangsung sangat semarak. Tahun ini dilaksanakan dua hari. Khusus pelari anak-anak dipusatkan di halaman Dome pada hari Sabtu (10/10). Jadi tidak tercampur dengan pelari dewasa yang digelar hari Minggu (11/10) di lapangan Merdeka.

Pasangan selebriti Ibnu Jamil dan Ririn Ekawati ikut meramaikan Bayan Run 2026, yang dibagi kategori half marathon (21 K), 10 km, 5 km, 2,5 km dan 800 meter anak-anak serta veteran dan master.

Ririn yang dikenal sebagai aktris, presenter dan model ternyata kelahiran Balikpapan, 11 November 1982. Dia tamat SD, SMP hingga SMA semuanya di Balikpapan. “Jadi senang sekali bisa pulang kampung,” katanya bersemangat.

Ibnu Jamil juga senang bisa datang ke kampung kelahiran istrinya. “Harapan saya semoga Bayan Run menjadi ajang lari kelas dunia,” ucapnya.

Juata kid dash 800 meter putra adalah Afif Al Syahbani Nurdin, sedang di nomor putri disabet Balqis Callista Maharani Maharan.

Afnan Alrafiq untuk kedua kalinya menjadi juara Kid Dash Bayan Run 2026 kategori 2,5 km putra. Prestasi serupa juga diraih siswa MI Amalia ini pada tahun lalu. Di kategori 2,5 km putri, Felicia Amirah Lashira yang tampil sebagai juara pertama.

Sementara itu, Hae Haendras berhasil menyabet gelar juara 10 K Putri. Dia dikenal sebagai kreator konten dengan nama lengkap Dyahprasetyo P, yang baru pertama kali ikut Bayan Run.

Suci Nur Azizah, pelari asal kota Samarinda sukses menjadi juara pertama kategori 5K Open Putri. Suci mendapat hadiah uang sebesar Rp8,5 juta. “Alhamdulillah berkat latihan dua minggu, saya bisa sukses,” katanya bangga. Sedang juara putranya diraih Naufal Rizky Rahmadani asal Kutai Timur.

Pelari nasional Noveldi Petingko sukses mempertahankan gelarnya sebagai juara Bayan Run 2026 di kategori half marathon putra (21 K). Peraih emas di ASEAN University Games 2024 ini, berhak membawa pulang hadiah uang Rp30 juta.

Sedang di half marathon putri, tampil sebagai juara adalah Dwi Tiansi Anggraini. “Alhamdulillah saya bisa juara walau baru pertama kali ikut di Balikpapan,” kata peraih juara satu pada Bank Jateng Borobudur Marathon 2025 ini. Selain medali, Dwi juga membawa pulang hadiah uang Rp30 juta.

18 TAHUN IPO BAYAN

Tahun ini Bayan RUN digelar untuk memperingati 18 tahun penawaran umum perdana saham atau Initial  Public Offering (IPO) PT Bayan Resources TBK.

Sebelum Haji Isam bergabung, komposisi saham BYAN terdiri Datuk memiliki 40,22 persen, anak Datuk Elaine Low 22 persen, PT Sumber Suryadaya Prima 10 persen, Lim Chaik Hock 3,26 persen dan Jenny Quantero 2,99 persen. Sisanya sekitar 20 persen milik publik lewat pasar modal.

Harga pasar saham BYAN per Oktober 2026 berkisar Rp11.800 – Rp12.275 per lembar. Dinilai cukup mahal oleh sebagian analis jika dibandingkan dengan estimasi nilai wajar (fair value) fundamental.

Pada semester I 2026, BYAN mencatatkan pendapatan sekitar 1,74 miliar dolar AS dengan laba bersih mencapai 416,4 juta AS atau setara Rp7,4 triliun lebih. Angka ini menunjukkan BYAN tumbuh 16,8 persen dibanding periode yang sama dengan volume penjualan mencapai 70,8 juta ton batu bara.

Di awal September ketika tersiar kabar gonjang-ganjing Haji Isam akan melakukan akuisisi, BYAN sempat mengalami force majeure atau keadaan kahar akibat produksinya tidak mampu memenuhi kontrak dengan pembelinya. Ini akibat  Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) BYAN 2026 belum disetujui Kementerian ESDM.

Begitu kesepakatan Haji Isam – BYAN resmi ditandatangani, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia langsung menerbitkan persetujuan penambahan produksi batu bara melalui RKAB tiga anak usaha BYAN dengan total tambahan produksi sekitar 15 sampai 20 juta ton.

Menurut laporan media pekan ini, nilai 10 miliar saham yang dibeli Haji Isam itu dihargai sekitar Rp26,1 triliun dengan perhitungan harga saham per lembarnya Rp2.588. Katanya itu murah sekali. Karena dibanting sampai 80 persen dari harga pasar.

Haji Isam sendiri tidak langsung mengeluarkan uang dari koceknya. Tapi dia menggadaikan saham perusahaan miliknya, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) kepada Bank Mandiri. Dengan kata lain dia membayar 10 miliar saham BYAN itu dari uang yang dipinjam dari Bank Mandiri.

Penandatanganan akta gadai saham pengendali JARR dan PGUN itu sudah dilakukan hampir dua pekan lalu atau tepatnya Rabu, 30 September 2026.

“Perseroan menegaskan bahwa gadai saham itu tidak mengakibatkan perubahan pengendalian atas Perseroan,” kata Indra Irawan, Dirut JARR seperti diberitakan keterbukaaninformasi.

Dalam perjanjian sebelumnya, Datuk Low Tuck Kwong akan tetap menjadi pemegang saham utama sekaligus pengendali BYAN. Sepertinya bakal ada dua matahari kembar di BYAN. Ada Datuk, tapi ada juga Haji Isam.

Berdasarkan data terbaru dari Forbes pada September 2026, Datuk Low Tuck Kwong menempati urutan No 1 orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan 16,8 miliar US atau sekitar Rp272 triliun.

Datuk diperkirakan masih memegang 6,95 miliar saham atau 20,85 persen, sedang putrinya, Elaine Low memegang sekitar 3,79 miliar saham atau 11,39 persen. Jadi jika saham keduanya digabung, masih di atas saham yang dibeli Haji Isam. Sayang di perusahaan tambang batu bara terbesar di Kaltim ini, tak pernah terdengar ada orang Kaltim yang memiliki sahamnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *