SENDAWAR, KALTIM PERS – Musim kemarau yang melanda Kalimantan Timur berdampak pada meningkatnya konsumsi listrik. Sejumlah pelanggan di Kutai Barat (Kubar) dan Samarinda mengaku tagihan listrik periode Agustus–September 2026 melonjak dibanding bulan sebelumnya.
Kubar Radio FM 95,8 misalnya. Tagihan listrik yang biasanya berkisar Rp2,2 juta hingga Rp3,2 juta per bulan, kini membengkak menjadi sekitar Rp4,3 juta. “Jika dibandingkan tagihan sebelumnya Rp3,2 juta, kenaikannya mencapai sekitar Rp1,1 juta,” kata Pimpinan Kubar Radio Rudy Suhartono.
Kondisi serupa dialami Indra, warga Samarinda. Tagihan listrik rumahnya yang biasanya sekitar Rp200 ribu per bulan meningkat menjadi sekitar Rp400 ribu. Cuaca panas membuat penggunaan sejumlah peralatan elektronik, terutama kipas angin dan perangkat pendingin, menjadi lebih lama.
Lonjakan tagihan listrik saat cuaca panas dapat terjadi akibat meningkatnya konsumsi energi. AC dan kipas digunakan lebih lama, sedangkan kulkas harus bekerja lebih keras mempertahankan suhu dingin. Penggunaan pompa air dan dispenser juga berpotensi meningkat selama musim kemarau.
Pelanggan dapat menekan konsumsi dengan menggunakan perangkat elektronik sesuai kebutuhan, mengatur AC pada suhu 24–26 derajat Celsius, membersihkan filter AC secara berkala, serta mematikan perangkat yang tidak digunakan. Riwayat pemakaian dan tagihan juga dapat dipantau melalui PLN Mobile untuk mengetahui perubahan konsumsi listrik setiap bulan. (ton/KP)












