SENDAWAR, KALTIM PERS— Pemerintah Kecamatan Muara Pahu mendorong percepatan pembangunan di tiga kampung yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan akses transportasi, jaringan listrik, pelayanan dasar, dan pemasaran hasil produksi masyarakat. Ketiga wilayah tersebut yakni Kampung Muara Beloan, Tanjung Pagar, dan Rembayan.
Persoalan itu menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Muara Pahu Tahun 2028.
Camat Muara Pahu Mauliddin Said mengatakan, seluruh usulan pembangunan dari tiga kampung tersebut perlu disampaikan dan diperjuangkan melalui mekanisme perencanaan yang berlaku.
Usulan dapat diarahkan kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, hingga pemerintah pusat sesuai kewenangan dan sumber pendanaan masing-masing.
Menurut Mauliddin, pemerintah kecamatan menyadari Muara Beloan, Tanjung Pagar, dan Rembayan masih relatif terisolasi. Persoalan terutama menyangkut akses transportasi dan konektivitas, ketersediaan listrik, pelayanan dasar, hingga keterhubungan masyarakat dengan pusat-pusat ekonomi.
Karena itu, penanganan terhadap persoalan ketiga kampung tersebut membutuhkan perhatian secara serius dan berkelanjutan dari berbagai tingkatan pemerintahan.
Jangan Hanya Mengandalkan APBD
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah secara nasional, Mauliddin juga mendorong pemerintah kampung tidak hanya bergantung pada pembiayaan pemerintah.
Sinergi dengan perusahaan yang beroperasi di sekitar Kecamatan Muara Pahu dinilai dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu mempercepat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Perusahaan diharapkan dapat berkontribusi melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) maupun Corporate Social Responsibility (CSR) dengan tetap mengikuti ketentuan peraturan serta diarahkan kepada kebutuhan prioritas masyarakat.
Kolaborasi tersebut dinilai penting mengingat kebutuhan pembangunan di tiga kampung tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga pengembangan ekonomi masyarakat.
Hasil Ikan dan Pertanian Sulit Dipasarkan
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah pemasaran hasil perikanan dan pertanian.
Produksi masyarakat dinilai memiliki potensi ekonomi, tetapi keterbatasan transportasi, jarak, minimnya sarana pendukung, dan sulitnya keterhubungan dengan pasar menyebabkan hasil produksi belum dapat dipasarkan secara optimal.
Kondisi tersebut turut berpengaruh terhadap pendapatan masyarakat dan dinilai menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan persoalan kemiskinan di tiga kampung.
Karena itu, pembangunan ke depan diharapkan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Penguatan ekonomi masyarakat, pembukaan akses pasar, peningkatan nilai tambah produk pertanian dan perikanan, serta pemberdayaan ekonomi lokal juga perlu menjadi prioritas.
Mauliddin menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah kabupaten, pemerintah kecamatan, pemerintah kampung, dunia usaha, dan masyarakat.
Melalui kerja bersama tersebut, persoalan keterisolasian, keterbatasan pasar, pemenuhan infrastruktur dasar, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Muara Beloan, Tanjung Pagar, dan Rembayan diharapkan dapat ditangani secara bertahap, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Usulan pembangunan juga diminta disusun berdasarkan tingkat kebutuhan dan urgensi. Prioritas terutama diarahkan pada pembukaan dan peningkatan akses transportasi, konektivitas antarwilayah, jaringan listrik, pelayanan dasar, pengembangan ekonomi, serta sarana pendukung pemasaran hasil pertanian dan perikanan.
Muara Beloan Harapkan Jalan dan Listrik
Kepala Kampung Muara Beloan Rudy Suhartono berharap pemerintah memberikan perhatian lebih besar terhadap kondisi tiga kampung yang menurutnya masih tertinggal dalam pembangunan infrastruktur dasar.
Ketersediaan listrik, akses jalan, dan sejumlah fasilitas dasar lainnya menjadi kebutuhan yang diharapkan segera mendapatkan penanganan.
Menurut Rudy, terbukanya akses infrastruktur akan memberikan dampak besar bagi kehidupan masyarakat. Selain mempermudah mobilitas warga, konektivitas juga diperlukan untuk memperlancar distribusi hasil perikanan dan pertanian menuju pasar.
Tanjung Pagar Harapkan Jalan dan Listrik
Kepala Kampung Tanjung Pagar Aziz Maulana mengaku prihatin terhadap kondisi akses darat menuju pusat Kabupaten Kutai Barat melalui Kampung Muara Beloan.
Menurut Aziz, jalur tersebut sebenarnya dapat menjadi pilihan transportasi masyarakat dengan biaya yang lebih murah. Namun, belum adanya pembangunan lanjutan membuat sebagian akses tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Sekitar 8 kilometer jalan menuju Kampung Muara Beloan disebut terputus dan telah ditumbuhi semak belukar. Kondisi tersebut membuat masyarakat belum dapat memanfaatkan jalur darat secara optimal untuk mobilitas maupun mengangkut hasil produksi.
Selain akses jalan, masyarakat Tanjung Pagar juga berharap pembangunan jaringan listrik dapat menjadi perhatian pemerintah. Ketersediaan listrik yang memadai dinilai menjadi salah satu kebutuhan dasar untuk menunjang aktivitas masyarakat, pelayanan publik, pendidikan, serta pengembangan kegiatan ekonomi di kampung.
Pemerintah kampung berharap persoalan jalan dan listrik dapat ditangani secara bersamaan sehingga keterisolasian Tanjung Pagar dapat secara bertahap dikurangi.
Rembayan Harapkan Perbaikan Jalan dan Listrik
Persoalan serupa disampaikan Kepala Kampung Rembayan HM Syahid.
Menurut dia, sekitar 5 kilometer akses jalan di wilayah Rembayan masih berupa jalan tanah. Kondisinya semakin sulit dilalui ketika hujan.
Keterbatasan tersebut tidak hanya memengaruhi perjalanan masyarakat, tetapi juga menjadi hambatan terhadap kegiatan ekonomi dan distribusi hasil produksi kampung.
Selain peningkatan jalan, masyarakat Kampung Rembayan juga berharap adanya perhatian terhadap pembangunan dan pemenuhan kebutuhan jaringan listrik.
Akses listrik yang memadai dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan dasar sekaligus mendukung pendidikan, kegiatan usaha masyarakat, pengolahan hasil pertanian dan perikanan, serta aktivitas ekonomi lainnya.
Dengan demikian, pembangunan akses jalan dan jaringan listrik menjadi bagian dari kebutuhan dasar yang diharapkan dapat diprioritaskan untuk membuka keterisolasian Kampung Rembayan.
Tiga Kampung Sama-sama Butuhkan Jalan dan Listrik
Kebutuhan yang disampaikan Muara Beloan, Tanjung Pagar, dan Rembayan menunjukkan adanya persoalan yang relatif sama, terutama terkait akses jalan dan ketersediaan listrik.
Pembangunan kedua infrastruktur tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi peningkatan pelayanan pendidikan, kesehatan, pemerintahan, kegiatan ekonomi, serta pemasaran hasil pertanian dan perikanan masyarakat.
Perjuangan membuka keterisolasian tiga kampung tersebut juga dituangkan dalam Pernyataan Sikap Bersama Deklarasi Percepatan Pembangunan Tiga Kampung Terisolir, yakni Muara Beloan, Tanjung Pagar, dan Rembayan.
Melalui Musrenbang dan deklarasi tersebut, pemerintah kampung bersama masyarakat berharap kebutuhan pembangunan tidak berhenti sebagai usulan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program konkret dari Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, pemerintah pusat, maupun dukungan dunia usaha.
(rud/KP)












