SENDAWAR, KALTIM PERS — Semarak peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terlihat di Kampung Sumber Sari, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.
Memasuki Agustus 2026, warga di 10 RT bergotong royong mempercantik lingkungan kampung. Pintu gerbang dihias, umbul-umbul dipasang, bendera Merah Putih dikibarkan, hingga sejumlah badan jalan dicat.
Kegiatan tersebut dilakukan secara swadaya oleh masyarakat.
Kepala Kampung Sumber Sari Paino Wibowo mengatakan keterlibatan warga dalam menyambut HUT ke-81 RI menjadi bagian dari semangat gotong royong yang terus dijaga.
“Ini dilakukan secara swadaya oleh warga di masing-masing RT,” kata Paino.
Selain menghias lingkungan, masyarakat juga menggelar sejumlah pertandingan olahraga, seperti sepak bola dan bola voli. Seluruh pertandingan tersebut telah selesai digelar.

Dihuni 2.396 Jiwa
Saat ini Kampung Sumber Sari dihuni 2.396 jiwa yang terdiri atas 685 kepala keluarga.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.247 jiwa merupakan laki-laki dan 1.178 jiwa perempuan.
Namun, di balik perkembangan jumlah penduduk dan aktivitas masyarakatnya, Sumber Sari memiliki sejarah panjang yang bermula lebih dari enam dekade lalu.
Kampung tersebut resmi berdiri pada 1 Juli 1964.
Pada awal pembentukannya, Sumber Sari berkembang melalui program penempatan penduduk atau transmigrasi swakarsa lokal dan nasional di wilayah Kewedanaan Sendawar pada era 1960-an.
Ketika pertama kali berdiri, Sumber Sari masih berada dalam wilayah administrasi Kewedanaan Sendawar di bawah Kabupaten Kutai.
Setelah Kabupaten Kutai Barat terbentuk pada 1999 berdasarkan Undang-Undang Nomor 47 Tahun 1999, Sumber Sari kemudian menjadi bagian dari Kecamatan Barong Tongkok.
Di Kutai Barat, pemimpin kampung dikenal dengan sebutan petinggi kampung.

Nama Sumber Sari dan Harapan Pendiri
Paino mengatakan nama Sumber Sari memiliki makna yang berkaitan dengan harapan para pendirinya.
Nama tersebut berasal dari bahasa Jawa. “Sumber” berarti mata air atau asal-muasal, sedangkan “sari” dapat dimaknai sebagai inti, keindahan, atau kemakmuran.
Nama itu kemudian menjadi doa agar kampung yang dibangun dapat menjadi sumber kemakmuran bagi masyarakat.
Seiring waktu, masyarakat dari berbagai latar belakang hidup berdampingan dan membangun kehidupan sosial di kampung tersebut.
Budaya Jawa dan Dayak
Sebagai kampung yang berkembang dari program penempatan penduduk, Sumber Sari memiliki keragaman budaya.
Mayoritas penduduk awal berasal dari Jawa. Dalam perkembangannya, mereka berinteraksi dan berakulturasi dengan masyarakat Dayak di wilayah setempat.
Perpaduan budaya itu masih terlihat dalam berbagai kegiatan masyarakat. Kesenian gamelan, campursari, dan wayang menjadi bagian dari kegiatan budaya, terutama saat perayaan hari jadi kampung.
Pasar Jadi Penggerak Ekonomi
Perkembangan Sumber Sari juga terlihat dari sektor ekonomi.
Salah satu fasilitas yang menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat adalah Pasar Bumi Purai Sari. Pasar tersebut dikelola Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Bumi Mas Mandiri.
Selain pasar, BUMK mengelola ruko komersial serta sistem pengolahan sampah secara mandiri.
Pengembangan unit-unit usaha tersebut menjadi bagian dari upaya kampung membuka ruang ekonomi bagi masyarakat sekaligus membangun kemandirian kampung.
Dari kampung yang berdiri melalui program penempatan penduduk pada 1964, Sumber Sari kini terus berkembang dengan berbagai aktivitas sosial dan ekonomi.
Gotong Royong Menjadi Kekuatan
Perayaan HUT ke-81 RI menjadi salah satu gambaran bagaimana masyarakat Sumber Sari menjaga kebersamaan.
Pemasangan bendera, penghiasan gerbang, pengecatan jalan, hingga kegiatan olahraga dilakukan dengan keterlibatan masyarakat di tingkat RT.
Semangat tersebut menjadi modal sosial bagi kampung yang telah berusia lebih dari enam dekade.
Bagi Sumber Sari, menjaga identitas kampung bukan hanya dengan mempertahankan sejarah dan budaya, tetapi juga melalui gotong royong serta pengembangan ekonomi masyarakat.
Di tengah perubahan zaman, kampung eks transmigrasi itu terus berbenah. Sejarah, budaya, dan geliat ekonomi menjadi bagian dari perjalanan Sumber Sari menuju kampung yang semakin mandiri.(rud/KP)












