SENDAWAR, KALTIM PERS — Malam di Kota Sendawar biasanya diisi lalu lintas yang mulai lengang. Namun, Sabtu (1/8/2026) malam, suasana berbeda terasa ketika puluhan pesepeda melaju beriringan menyusuri jalan-jalan utama kota. Kilau lampu sepeda berpadu dengan sorot lampu kendaraan, menghadirkan pemandangan yang bukan sekadar aktivitas olahraga, melainkan simbol kebersamaan antara kepolisian dan masyarakat.
Sekitar 70 peserta dari Kecamatan Barong Tongkok, Melak, dan Tering berkumpul di halaman Markas Polres Kutai Barat untuk mengikuti “Sendawar Saturday Night Ride”, sebuah kegiatan yang digagas Satuan Intelkam Polres Kutai Barat sebagai ruang bertemu tanpa sekat antara aparat dan komunitas pecinta gowes.
Sebelum pedal mulai dikayuh, sejumlah tokoh daerah turut hadir memberikan dukungan. Di antaranya Camat Barong Tongkok Martinus Rudi, Camat Tering Yosep Ngau, Ketua ISI Kutai Barat Tutus Maulida, serta jajaran pejabat Polres Kutai Barat, termasuk Kasat Lantas AKP M. Syafi’i, Kasat Intelkam AKP Andi Ahmad S., Pamapta Ipda Edi Yuswanto, dan Kanit Idik III Satreskrim Aipda M. Daud.
Dengan pengawalan personel Satuan Lalu Lintas, rombongan bergerak meninggalkan Mapolres Kutai Barat. Rute yang dilalui membentang melewati Jalan Gajah Mada, Jalan Sendawar Raya, Jalan Sendawar I, Jalan Paulus Doy, berputar di kawasan Coffee Arobi, melintasi kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, hingga akhirnya berakhir di Morefen Coffee.
Bagi sebagian peserta, gowes malam bukan semata perjalanan beberapa kilometer. Di sepanjang lintasan, percakapan ringan terjalin, sapaan saling bersahutan, dan tawa terdengar di setiap persinggahan. Jalanan menjadi ruang perjumpaan yang menghadirkan kedekatan dalam suasana santai.
Kapolres Kutai Barat AKBP Haris Kurniawan melalui Kasat Intelkam AKP Andi Ahmad S. mengatakan kegiatan tersebut sengaja dirancang sebagai wadah komunikasi informal antara Polri dan masyarakat.
“Gowes malam ini adalah wadah komunikasi informal. Kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus mengajak hidup sehat melalui olahraga bersepeda,” ujarnya.
Menurut Andi, membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat tidak selalu dilakukan melalui forum resmi. Aktivitas sederhana seperti bersepeda bersama dapat menjadi cara efektif untuk memperkuat kepercayaan dan membuka ruang dialog yang lebih cair.
Apresiasi juga datang dari Ketua ISI Kutai Barat, Tutus Maulida. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan energi positif bagi komunitas pesepeda sekaligus memperlihatkan wajah kepolisian yang terbuka untuk berinteraksi dengan masyarakat.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala sehingga kolaborasi antara Polri dan berbagai komunitas di Kutai Barat semakin erat.
Sekitar pukul 21.40 Wita, rombongan tiba di titik akhir perjalanan. Tidak ada perlombaan ataupun pemenang yang diumumkan malam itu. Yang tersisa justru semangat kebersamaan, obrolan hangat, dan harapan agar jalan-jalan di Sendawar tak hanya menjadi lintasan kendaraan, tetapi juga ruang yang mempertemukan masyarakat dengan aparat dalam suasana yang akrab dan penuh kepercayaan.(rud/KP)












