Warga Kampung Beloan, Rambayan dan Tanjung Pagar Gotong Royong Buka Akses Demi Percepat Masuknya Listrik PLN

SENDAWAR, KALTIM PERS – Warga di tiga kampung di Kabupaten Kutai Barat menunjukkan keseriusan mereka untuk segera menikmati layanan listrik negara dari PT PLN. Secara swadaya, masyarakat bergotong royong membersihkan jalur yang akan dilintasi jaringan listrik sebagai bentuk dukungan terhadap rencana pembangunan jaringan distribusi listrik di wilayah tersebut.

Terbaru, puluhan warga Kampung Rambayan, Kecamatan Mook Manaar Bulatn, melakukan penebasan semak belukar di sepanjang jalan akses sekitar 5 kilometer yang menghubungkan kampung mereka dengan jalan hauling milik PT Teguh Sinar Abadi (TSA).

Sebelumnya, aksi serupa juga dilakukan warga Kampung Tanjung Pagar dan Kampung Muara Beloan di Kecamatan Muara Pahu. Warga kedua kampung itu membersihkan jalur sepanjang kurang lebih 5 kilometer yang akan menjadi lintasan pembangunan jaringan tegangan menengah PLN.

Kepala Kampung Muara Beloan, Rudy Suhartono, mengatakan, gotong royong tersebut merupakan bentuk komitmen masyarakat untuk mendukung percepatan pembangunan jaringan listrik di tiga kampung.

“Kami bertiga sepakat agar pembangunan jaringan listrik dapat lebih dulu direalisasikan pada 2026, yaitu untuk Kampung Muara Beloan, Rembayan, dan Tanjung Pagar,” ujarnya.

Pernyataan senada disampaikan Kepala Kampung Tanjung Pagar, Aziz Maulana, dan Kepala Kampung Rembayan, HM Syahid. Mereka berharap pembangunan jaringan listrik dapat segera dimulai setelah seluruh persyaratan teknis dipenuhi.

Program pembangunan jaringan listrik tersebut merupakan bagian dari rencana pemerintah untuk memperluas akses listrik di 20 kampung di Kabupaten Kutai Barat. Pelaksanaannya direncanakan dilakukan dalam dua tahap, yakni sebagian dimulai pada Agustus 2026, sedangkan sisanya dilanjutkan pada 2027.

Salah satu kendala yang masih dihadapi adalah kebutuhan izin agar jaringan listrik dapat melintasi jalan hauling milik PT Tegu Sinar Abadi. Pemerintah Kabupaten Kutai Barat bersama pemerintah kampung masih berupaya memperoleh persetujuan perusahaan, mengingat jalan hauling tersebut disebut sudah tidak lagi digunakan untuk aktivitas produksi.

Kepala Kampung Rembayan, HM Syahid, mengatakan, pembangunan jaringan listrik akan memberikan manfaat bagi sedikitnya 122 kepala keluarga atau sekitar 80 rumah di kampungnya. Selain rumah warga, jaringan listrik juga akan melayani berbagai fasilitas umum, seperti sekolah, kantor kampung, dan rumah ibadah.

Untuk mempercepat proses pembangunan, pemerintah kampung juga telah mengusulkan bantuan kepada PT Manaar Bulatn Lestari (MBL) agar membantu membersihkan jalur yang akan dilalui jaringan listrik dari semak belukar.

Sebelumnya, survei jaringan distribusi listrik perdesaan telah dilakukan pada 10 Januari 2026 oleh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Timur. Hasil survei tersebut menjadi salah satu dasar dalam perencanaan pembangunan jaringan listrik di wilayah pedalaman Kutai Barat. (Adv/Diskominfo Kubar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *