TENGGARONG, KALTIM PERS – Hamparan pasir yang biasanya berada di dasar danau kini berubah menjadi arena Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Pemandangan yang tak lazim itu tersaji di Desa Melintang, Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara. Musim kemarau yang mengeringkan danau justru menghadirkan ruang baru bagi masyarakat untuk menggelar MTQ ke-VII tingkat kecamatan pada 28–29 Juli 2026.
Di tengah bentangan pasir yang luas, masyarakat bersiap menyambut perhelatan keagamaan yang menjadi ajang silaturahmi sekaligus syiar Islam. Namun, bukan hanya lokasi penyelenggaraannya yang menyita perhatian.
Ada kisah pengorbanan di balik kemeriahan acara tersebut.
Demi menyukseskan MTQ, Kepala Desa Melintang memilih menjual ternak kerbaunya. Hasil penjualan itu digunakan untuk menyediakan doorprize berupa 10 unit sepeda listrik yang akan dibagikan kepada masyarakat yang hadir saat pembukaan.
Menurut Camat Muara Wis, Fadhli Annur, hadiah tersebut bukan semata-mata untuk memeriahkan acara, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi kepada warga yang ikut mendukung suksesnya penyelenggaraan MTQ.
“Doorprize 10 sepeda listrik ini bukan hanya untuk peserta, tetapi untuk seluruh masyarakat yang hadir memeriahkan pembukaan MTQ. Ini adalah bantuan pribadi Kepala Desa Melintang dari hasil penjualan ternak kerbaunya agar masyarakat lebih antusias,” ujar Fadhli Annur, Jumat (24/7/2026), seperti dikutip dari Korankaltim.com.
Pengorbanan itu menjadi gambaran kuatnya semangat gotong royong masyarakat Muara Wis. Di tengah keterbatasan anggaran, warga dan pemerintah desa berupaya memastikan MTQ tetap berlangsung dengan baik.
Panitia mengakui, kebijakan efisiensi anggaran pada 2026 memberikan dampak besar terhadap penyelenggaraan kegiatan. Total anggaran MTQ diperkirakan hanya sekitar Rp50 juta dan sebagian besar dipenuhi melalui swadaya masyarakat.
Konsekuensinya, sejumlah cabang lomba tambahan harus ditiadakan. Namun, cabang-cabang utama yang menjadi bagian dari MTQ tingkat kabupaten, seperti tilawah dan kaligrafi, tetap dilaksanakan agar para peserta dapat terus mengasah kemampuan dan bersaing pada jenjang berikutnya.
MTQ ke-VII Kecamatan Muara Wis diikuti enam desa, yakni Desa Melintang sebagai tuan rumah, Desa Muara Wis, Desa Sebamban, Desa Muara Enggelam, Desa Lebak Mantan, dan Desa Lebak Cilong. Sementara itu, satu desa lainnya tidak mengirimkan peserta karena mayoritas penduduknya beragama non-Muslim.
Masing-masing desa juga menanggung secara mandiri biaya keberangkatan dan kebutuhan kontingen. Keterbatasan dana tidak menyurutkan semangat masyarakat untuk menghadirkan sebuah perhelatan yang bermakna.
Di Desa Melintang, MTQ tahun ini bukan sekadar perlombaan membaca Al-Quran. Ia menjadi simbol kebersamaan, gotong royong, dan pengorbanan. Ketika dasar danau mengering membuka hamparan pasir yang luas, masyarakat justru memanfaatkannya sebagai panggung syiar. Dan ketika anggaran terbatas, semangat berbagi hadir dari seorang kepala desa yang rela melepas ternak kesayangannya agar warganya dapat merasakan kemeriahan sebuah perayaan keagamaan. (rud/KP)












