SENDAWAR, KALTIM PERS – Kabupaten Kutai Barat bersiap menjadi pusat berkumpulnya para inovator, pelaku usaha, dan pemerintah daerah dalam Pagelaran Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang akan berlangsung di Taman Budaya Sendawar pada 20–23 Juli 2026. Kegiatan yang diikuti perwakilan 10 kabupaten dan kota di Kalimantan Timur itu menjadi ruang untuk memperlihatkan bagaimana teknologi sederhana dapat memberi solusi bagi persoalan yang dihadapi masyarakat.
Teknologi tepat guna selama ini identik dengan inovasi yang lahir dari kebutuhan sehari-hari. Peralatan yang dikembangkan tidak selalu berteknologi tinggi, tetapi mampu meningkatkan efisiensi kerja, menekan biaya produksi, dan memberi nilai tambah terhadap potensi lokal. Karena itu, TTG menjadi ajang untuk mempertemukan berbagai gagasan yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat.
Salah satu contoh yang kerap ditemui adalah usaha pengolahan ikan asin di kawasan pesisir. Banyak pelaku usaha masih mengandalkan panas matahari sebagai media pengeringan. Ketika cuaca memburuk, proses produksi ikut terhambat sehingga hasil usaha menurun. Melalui penerapan teknologi sederhana, proses pengeringan dapat dilakukan lebih cepat, lebih higienis, dan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada kondisi cuaca.
Beragam inovasi serupa akan dipamerkan selama pagelaran berlangsung. Selain menampilkan teknologi tepat guna, penyelenggara juga menghadirkan kegiatan edukasi mengenai penerapan teknologi di masyarakat, promosi seni dan budaya daerah, serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antardaerah dalam mengembangkan inovasi yang sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing.
Sebagai tuan rumah, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat mengajak seluruh kecamatan untuk berpartisipasi. Melalui surat edaran yang diterbitkan pada Juni 2026, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin meminta 16 kecamatan menampilkan potensi unggulan kampung masing-masing. Sejumlah organisasi perangkat daerah, termasuk Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, turut dilibatkan dalam mendukung pelaksanaan kegiatan.
Pagelaran ini juga membuka kesempatan bagi pelaku kuliner dan UMKM lokal untuk mempromosikan produknya melalui stan yang disediakan panitia. Kehadiran mereka diharapkan tidak hanya melengkapi kemeriahan acara, tetapi juga memperluas akses pasar bagi produk-produk unggulan daerah.
Bagi Kutai Barat, menjadi tuan rumah TTG bukan semata soal penyelenggaraan sebuah agenda tahunan. Momentum ini diharapkan menjadi sarana memperkenalkan potensi daerah sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang mampu mengolah kekayaan lokal menjadi produk bernilai ekonomi. Dari teknologi sederhana yang dipamerkan, harapannya tumbuh solusi nyata yang dapat diterapkan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan di tingkat kampung.(adv/diskominfokubar)












