ANCAMAN Kutai Barat masih dikategorikan aman dari suhu panas. Warga di beberapa negara di Eropa banyak yang tewas. Akibat suhu panas di atas 40 derajat celsius. Sementara batas panas bagi manusia bertahan hidup antara 36,5 °C hingga 37,5°C.
Namun bukan tidak mungkin ancaman itu datang. Tapi tetap waspada. Penyebabnya, banyak hutan dan lahan terbuka. Akibat akivitas pengelolaan sumber daya alam. Suhu panas di bumi disebabkan oleh kombinasi pemanasan global akibat efek rumah kaca, sistem tekanan udara tinggi (gelombang panas), dan faktor meteorologi seperti posisi gerak semu matahari.
Aktivitas manusia seperti deforestasi dan pelepasan gas emisi terus meningkatkan akumulasi panas yang terperangkap di atmosfer
Fenomena kubah panas (heat dome) ini telah memicu lebih dari 1.300 kematian, kebakaran hutan, dan kerusakan infrastruktur di berbagai wilayah.
Sejumlah negara Eropa mencatat rekor suhu tertinggi sepanjang sejarah atau rekor terpanas untuk bulan Juni seperti Republik Ceko, Denmark, dan Austria.
Sedangkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tahun 2026 tercatat 489.000 kematian terkait suhu panas. Warga dari Prancis, Spanyol dan sejumlah negara lainnya.
Di laman, Inibalikpapan.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kaltim, Minggu 5 Juli 2026 didominasi berawan hingga cerah berawan, namun hujan ringan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.
Berdasarkan prakiraan BMKG, suhu udara di berbagai wilayah Kaltim berkisar 22 hingga 32 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan antara 60 hingga 99 persen.

Prakiraan di Kaltim:
- Balikpapan: Berawan
- Samarinda: Berawan
- Bontang: Berawan
- Kutai Kartanegara: Berawan
- Kutai Barat: Berawan
- Kutai Timur: Berawan
- Berau: Cerah hingga berawan
- Paser: Berawan
- Penajam Paser Utara: Berawan, berpotensi hujan ringan pada periode tertentu
- Mahakam Ulu: Berawan
BMKG juga menyampaikan bahwa saat ini tidak ada peringatan dini cuaca aktif untuk wilayah Kalimantan Timur. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau mewaspadai kemungkinan perubahan cuaca yang dapat terjadi secara cepat, terutama pada siang hingga sore hari.
Secara umum, memasuki awal Juli, musim kemarau mulai meluas di sejumlah wilayah Indonesia. Namun, dinamika atmosfer masih memungkinkan terbentuknya awan hujan yang memicu hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di beberapa daerah, termasuk Kalimantan Timur. (rud/kp/advdiskominfokubar)












