JAKARTA, KALTIM PERS – Dijadwalkan awal Agustus 2026 sudah diterjunkan bertugas di kampung/desa se-Indonesia. Keburu 5 peserta meninggal dunia, saat mengikuti latihan dasar militer. Posisi mereka nanti sebagai sarjana penggerak pembangunan Indonesia (SPPI) program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).
Berikut nama-nama peserta SPPI yang meninggal dunia:
1. Yonanda Muhammad Taufiq
2. Anisa Muyassaroh
3. Novia Rahmadhani Sihotang
4. Muhammad Rifki Renaldi Gunawan
5. Nola Dya Sari
“Kelima peserta tersebut memiliki karakter dan kondisi berbeda-beda. Seluruh peserta telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur difasilitas kesehatan satuan maupun rumah sakit rujukan,” kata Kepala BPSDM Kemhan, Mayjen Ketut Gede Wetan, saat jumpa pers di Jakarta, Sabtu, 27 Juni 2026. Ketut menyampaikan belasungkawa yang mendalam. Dia mengatakan para peserta telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur.
Diberitakan media ini sebelumnya, skema personel Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih (MP) disetiap kampung akan dirubah. Padahal sudah terbentuk kepengurusan kopdesnya dari warga setempat. Tapi pusat mengalihkan pengelola khusus, dibekali pelatihan dasar militer (lastarmil) selama 45 hari, dimulai 14 Juni dan berakhir 31 Juli 2026. Kemudian akan ditempatkan disemua kampung/desa se-Indonesia, mulai awal Agustus 2026.
Secara nasional, 101.158 peserta lolos tahapan seleksi kompetensi untuk mengisi total 35.476 formasi manajer Kopdes MP dan Kampung Nelayan MP. Dari jumlah 35.476 itu terdiri 30 ribu calon pengelola Kopdes MP dan 5.475 calon pengelola Kampung Nelayan MP. Khusus peserta Kaltim mengikuti Latsarmil di Dodikjur Kodam VI Mulawarman, Manggar, Balikpapan Timur.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, calon pengelola dari berbagai latar belakang, masih muda-muda, perlu penebalan rasa cinta terhadap bangsa dan negara. Kemudian, disiplin. Selanjutnya, menjadi ujung tombak, sebagai orang yang dipercaya oleh negara untuk hadir di desa, mengawal program-program Presiden. ”Posisi pengelola atau manajer sangat menentukan kesuksesan program Kopdes MP. Dia menekankan pentingnya kedisplinan bagi pihak yang diberi jabatan tersebut,” kata Yandri. (rud/KP)












