Pengendara Tewas dan Truk Banyak Terbalik, Gubernur Mau Lewat, Dua Alat Berat Diturunkan

Perbaikan jalan di wilayah Kutai Kartanegara dari Kota Bangun ke Kembang Janggut dan Tabang serta akses ke Kutai Barat dikebut perbaikannya.

SENDAWAR, KALTIM PERS- Sekitar 70 km dari 170 km jalan trans Kalimantan dari Kecamatan Barong Tongkok-Bongan, Kubar rusak berat. Akhir-akhir ini, seorang pengendara roda dua meninggal dunia, setelah menabrak undukan material perbaikan jalan. Sementara banyak juga warga mengendarai sepeda motor kerap mengalami kecelakaan.

Pemandangan insiden truk terbalik hampir setiap hari.Dibalik rencana kedatangan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud ke Kubar, awal Juli 2026. Ada pemandangan yang berbeda. Dua alat berat tengah memperbaiki di titik badan jalan yang rusak.

Selain itu, ada pekerjaan semenisasi badan jalan di kawasan Kampung Jengan Danum, Kecamatan Damai dan Kampung Gerunggung, Kecamatan Bongan.Karena jalan rusak, akhirnya waktu tempuh semakin lebih lama dari Barong Tongkok ke Samarinda.

Estimasi sekarang antara 9 sampai 12 jam. Jika sebelumnya jalan mulus antara 5-7 jam.Pantauan media ini, akses jalan tol akasia pun dilakukan perbaikan. Sejumah alat berat memperbaiki jalan akses di wilayah Kutai Kartanegara (Kukar). Ada kemungkinan, rombongan Gubernur Kaltim kembali ke Samarinda melintasi jalan tol akasia yakni Melak, Kubar – Kota Bangun, Kukar.

“Badan jalan yang rusak berat estimasi 70 km itu terdiri dari sekitar 30 km dari Resak Kampung-Bekokong. Kemudian, sekitar 50 km jalan akses dari Kampung Bekokong-Pentat-Muara Nayan-Muara Tae- Simpang Kalteng di Kecamatan Muara Lawa,” kata Akhmadi, Kepala Kampung Bekokong, Kecamatan Jempang kepada Kaltim Pers, Minggu, 28 Juni 2026.

Kerusakan jalan 70 km itu kubangan. Sehingga kendaraan sulit melintasinya. Dengan cara memperlambat laju kendaraan. Warga Kubar pada khususnya, sangat berharap agar pemerintah sesuai kewenangannya segera memperbaiki jalan trans Kalimantan.

BILANGNYA DIKERJAKAN, MANA ?

Diliris di laman kaltimprov.go,id, edisi Februari 2026, bahwa pemerintah provinsi Kalimantan Timur memperbaiki jalan trans Kalimantan sistim proyek tahun jamak (Multi Yearss Contract ). Perbaikan ruas strategis Simpang Kalimantan hingga Batas Kalteng dengan dukungan anggaran Rp183 miliar yang bersumber dari skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Ruas jalan sepanjang 89,5 kilometer ini memegang peranan penting sebagai jalur distribusi barang dan jasa antarprovinsi. Namun, dari total panjang tersebut, sekitar 51,05 kilometer masih dalam kondisi rusak berat, sehingga kerap menghambat kelancaran transportasi. 

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.3 BBPJN Kaltim, Joko Sidik menjelaskan bahwa proyek ini dirancang untuk menjawab persoalan infrastruktur di jalan kelas III tersebut secara menyeluruh.

“Kami optimistis, dengan semakin lancarnya arus transportasi di jalur ini, biaya logistik antarprovinsi bisa ditekan dan pertumbuhan ekonomi lokal ikut terdorong,” ujarnya.

Perbaikan yang ditargetkan rampung pada 2027 ini mencakup rekonstruksi jalan sepanjang 10,19 kilometer, dengan kombinasi perkerasan aspal dan beton (rigid). Tak hanya itu, penguatan struktur jembatan juga menjadi prioritas. “Penanganannya komprehensif. Selain rekonstruksi jalan, ada rehabilitasi mayor dan minor, penanganan titik longsor, serta pemeliharaan berkala pada 17 jembatan agar tetap mampu menahan beban kendaraan,” jelas Joko.Di tengah proses konstruksi, pemerintah memastikan akses masyarakat tetap terjaga. Petugas lapangan rutin melakukan penambalan lubang (patching) dan perbaikan dengan batu agregat untuk menjaga fungsionalitas jalan.Sinergi pembangunan infrastruktur ini diharapkan membawa dampak langsung bagi masyarakat, khususnya di wilayah Muara Lawa hingga Bentian. Akses yang lebih baik diyakini akan memperlancar distribusi barang, mempercepat pelayanan publik, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di kawasan perbatasan.

Dengan progres yang terus berjalan, ruas Simpang Blusuh–Batas Kalteng diharapkan menjadi tulang punggung konektivitas yang lebih andal antara dua provinsi di Pulau Kalimantan. (rud/KP)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *