SENDAWAR, KALTIM PERS- Optimis berjuang demi kesejahteraan warga Kecamatan Muara Pahu, Kubar tidak ada salahnya. Salah satu pengusaha asal Balikpapan yang sudah melebarkan sayapnya di sejumlah tanah air hingga Provinsi Papua menjalin kerja sama dengan Forum Komunikasi Kepala Kampung (FK3) Kecamatan Muara Pahu.
Kerja sama ini dituangkan dalam penandatangan surat nota kesepahaman atau Memorendum of Understanding (MoU) antara Direktur PT. Kyara Mandiri Dynergy (KMD) dan Ketua FK3 Muara Pahu di Lantai 2 Kantor Camat Muara Pahu, Kubar, Sabtu, 27 Juni 2026. Pertemuan ini dipimpin Camat Muara Pahu Mauliddin Said sebagai pihak mediasi. Hadir, Direktur PT KMD H. Sam Midiardana, Sekretaris Presidium Dewan Adat Kubar, para kepala kampung Kecamatan Muara Pahu, Badan usaha milik bersama (Bumdesma) Raden Baroh LKD Muara Pahu.
Kerja sama ini, sebagai bentuk dukungan FK3 Muara Pahu memberikan kuasa kepada Badan Usaha Milik Kampung (Bumka) menjadi bagian kemitraan dengan perusahaan tambang batubara PT. Fajar Sakti Prima (FSP).
Ketua FK3 Muara Pahu, Rudy Suhartono mengatakan, kesiapan PT. KMD sebagai mitra usaha utama Bumdesma Raden Baroh LKD sebagai bukti kekuatan permodalan secara penuh untuk kerja sama dengan PT.FSP. Karena selama ini, warga Kecamatan Muara Pahu belum maksimal dilibatkan berbagai jenis usaha yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara keberadaan PT. FSP yang sangat besar ke-15 tingkat nasional, justru ada pihak luar yang menjalin kerja sama usaha. ”Padahal ini peluang bagi warga Muara Pahu. Tidak saja dalam hal kemitraan usaha jasa, logistik berupa hasil pertanian dan perikanan. Melainkan pula rekrutmen tenaga kerja wajib mengutamakan tenaga kerja lokal, sesuai peraturan yang berlaku,” tegas Rudy yang juga Kepala Kampung Muara Beloan.
Termasuk juga menjadi bahan perjuangan nasib nelayan 6 kampung di pesisir Sungai Mahakam banyak alat nelayan yang rusak akibat tingginya aktivitas produksi ponton batubara serta merosotnya hasil tangkapan ikan bagi nelayan.
KEKUATAN PENUH
Atas kekuatan penuh keterlibatan PT.KMD, maka FK3 bersama Bumdesma Raden Baroh LKD Muara Pahu, akan menjadikan perjuangan kepada PT.FSP melalui pertemuan/mediasi di Mapolres Kubar antara 8-9 Juli 2026. Atas adanya mediasi oleh pihak Polres Kubar, sehingga aksi demo besar-besaran yang semula dijadwalkan, Kamis, 25 Juni 2026 dibatalkan. Ini berkat kesiapsiagaan jajaran Polsek Muara Pahu dan Polres Kubar untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Terlebih adanya niat baik dari manajemen PT.FSP untuk melakukan dialog dengan menjalin kerja sama dimaksud.
Sebelum diberitakan, Kepala Teknik Tambang PT.FSP, Ricardo RA Simanjuntak mengatakan, pada prinsifnya pihak perusahaan bersedia melakukan pertemuan menyikapi permintaan masyarakat Muara Pahu tersebut. Hal ini jalan terbaik, daripada melakukan aksi demo. “Kami siap saja melakukan pertemuan menyikapi permintaan dari para aksi demo,” kata Ricardo. Perihal kerusakan alat nelayan, pihak perusahaan belum menerima pengaduan resmi dari masyarakat yang dirugikan. Karena hal ini akan menjadi catatan pihak perusahaan untuk menyikapinya.
Ricardo mengklarifikasi, jika dirinya sedang menjalani roster (cuti), bukan berarti tidak bersedia memenuhi permintaan pertemuan yang digagas oleh Pemerintah Kecamatan Muara Pahu untuk melakukan pertemuan dengan para petinggi dan Bumdesma Raden Baroh LKD, beberapa pekan lalu. (rud/KP)












