Pemilihan Kanda-Dinda, Peminatnya lebih Banyak

LEBIH BANYAK: 44 peserta ikuti seleksi Grand Final Pemilihan Kanda Dinda Duta Budaya Kutai Barat 2026, di Gedung Aji Tulur Jejangkat (ATJ), Kantor Bupati Kubar, Senin 15 Juni 2026.

SENDAWAR, KALTIM PERS – Sebanyak 44 peserta lolos administrasi dan mengikuti proses seleksi Grand Final Pemilihan Kanda Dinda Duta Budaya Kutai Barat 2026. Event digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) di Gedung Aji Tulur Jejangkat (ATJ), Kantor Bupati Kubar, Senin 15 Juni 2026. Pemenang lomba akan mewakili Kubar tingkat Provinsi Kalimantan Timur.

Grand final dibuka Asisten II Sekretariat Daerah Kubar Ali Sadikin,  mewakili Bupati Kubar Frederick Edwin. Duta budaya memiliki peran penting dalam menjaga eksistensi budaya lokal di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis. “Pemilihan Duta Budaya bukan sekadar mencari pemenang, tetapi menyiapkan generasi muda yang mampu menjadi wajah budaya Kutai Barat, memiliki wawasan yang baik, serta mampu memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas,” kata bupati.

Menurutnya, perkembangan teknologi saat ini harus dipandang sebagai peluang untuk mempromosikan budaya daerah. Generasi muda diharapkan mampu memanfaatkan berbagai platform digital untuk mengenalkan adat, seni, bahasa, dan tradisi yang dimiliki Kutai Barat kepada khalayak yang lebih luas. “Budaya kita memiliki nilai yang sangat besar. Karena itu, anak-anak muda harus menjadi pelopor dalam menjaga dan memperkenalkannya. Manfaatkan teknologi sebagai sarana promosi, bukan justru membuat kita melupakan identitas budaya yang kita miliki,” katanya.

Ia juga mengingatkan para finalis agar menjadikan seluruh proses yang telah dilalui sebagai pengalaman berharga dalam membentuk karakter, meningkatkan kemampuan diri, dan memperluas pengetahuan tentang budaya daerah.

Ketua Panitia Pelaksana yang juga Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kubar, Nanzy Paskadalius. Ia mengungkapkan peserta 2026 bertambah menjadi 44 peserta. “Antusiasme peserta tahun ini sangat menggembirakan. Ini menunjukkan bahwa kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga budaya daerah terus tumbuh dan berkembang,” ungkap Nanzy.

Dari seluruh peserta yang mengikuti seleksi, panitia menetapkan 12 finalis terbaik yang berhak tampil pada malam grand final. ”Mereka merupakan hasil seleksi yang ketat berdasarkan kemampuan, wawasan budaya, serta potensi untuk menjadi representasi daerah di tingkat provinsi,” katanya.(adv/diskominfo kubar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *