Ngaku Tak Dapat Bantuan Banjir, ternyata Tidak Miliki Rumah di Beloan

KEPEDULIAN ; Bantuan sembako diserah terimakan dari Dinas Sosial kepada para korban banjir di Kampung Muara Beloan, Rabu, 9 Juni 2026.

SENDAWAR, KALTIM PERS – Tiga kelembagaan pemerintah memberikan bantuan korban banjir di Kampung Muara Beloan, Kecamatan Muara Pahu. Giliran Dinas Sosial Kutai Barat (Kubar) memberikan bantuan sembako. Bantuan ini diserahkan pasca banjir, Rabu, 9 Juni 2026.

Secara bersamaan pula diserahkan bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat. Sebelumnya, Senin, 25 Juni 2026 diserahkan bantuan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubar.

Adapun bantuan dari Dinsos dan BPBD Kubar, tak terlepas dari kebijakan Bupati Kubar Frederick Edwin.

Adapun bantuan banjir ini diberikan kepada 22 kepala keluarga (KK) terdampak banjir dari jumlah keseluruhan 114 KK di kampung penghasil ikan air tawar di Bumi Tanaa Purai Ngeriman, Kubar. 

“Dari 22 KK terdampak banjir ini rumahnya terendam dari lantai dasar rumah. Sehingga penghuninya harus membuat rumah panggung di dalam rumah,” kata Rudy Suhartono, Kepala Kampung Muara Beloan.

Terkait bantuan banjir ini, Rudy mengucapkan ribuan terima kasih yang telah peduli memberikan bantuan banjir. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi para korban banjir. Khususnya bantuan sembako dan perlengkapan rumah tangga lainnya.

BANTUAN BANJIR DISOAL

Dari 22 KK korban banjir di Muara Beloan menyisakan protes sejumlah warga pasca diserahkan bantuan tersebut. Beberapa warga meminta bantuan banjir diberikan kepada semua warga secara merata. Adapula yang mengaku, rumahnya turut terendam banjir lantai rumahnya namun tidak mendapatkan bantuan.

Lebih hoaksnya lagi, ada warga berinisial AN protes dengan memberikan komentar di media sosial mengaku tidak pernah dapat bantuan sedikitpun.

Menyikapi hal itu, Kepala Kampung Muara Beloan Rudy Suhartono, bahwa bantuan terdampak banjir sesuai arahan dari pemberi bantuan dari pihak pemerintah. Instruksinya, agar pemerintah kampung menyerahkan korban banjir yang lantai dasar rumahnya terendam banjir. Ataupun yang mengungsi.

Menyikapi hal itu, dilakukan penyisiran oleh perangkat kampung. Ditemukan ada 22 rumah yang sesuai kreteria. Bukan semua rumah yang didata. “Kami memohon maaf jika dasar kreteria itu sehingga ada warga lainnya yang tidak mendapatkan bantuan korban banjir tersebut,” kata Rudy.

Menanggapi warga berinisial AN mengaku warga Muara Beloan tidak dapat bantuan sedikit pun. Ternyata hasil penelusuran ke lapangan, AN asalnya warga Muara Beloan. Namun ber-KTP bukan warga Muara Beloan. Bahkan AN pun tidak memiliki rumah di Muara Beloan. AN hanya menumpang di rumah saudaranya di RT. Sementara rumah saudaranya berinisial SH, terdata penerima bantuan banjir tersebut.

Rudy berharap, agar warga menyampaikan aspirasi di media sosial jangan asal-asalan. Apalagi berbau hoaks atau bohong. Karena hal ini bisa menimbulkan fitnah dan kegaduhan di ranah publik. (adv/diskominfo Kubar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *