SENDAWAR, KALTIM PERS – Festival Sempekat Harmoni Budaya Kutai Barat (Kubar) 2026 resmi ditutup di Taman Budaya Sendawar, Sabtu, 6 Juni 2026. Sejumlah peserta berhasil meraih prestasi pada lomba kuliner tumpeng jajanan khas daerah dan fashion busana adat berpasangan.
Dalam lomba kuliner tumpeng jajanan khas Kubar, Rezi keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih peserta dari SDN 002 Sangsang, Kecamatan Siluq Ngurai. KIP Group menempati juara ketiga, sedangkan TP PKK Kecamatan Melak meraih juara keempat.
Penilaian lomba kuliner dilakukan berdasarkan sejumlah aspek, meliputi cita rasa, teknik memasak, penyajian, kebersihan, kreativitas, serta inovasi. Para peserta menampilkan beragam olahan khas daerah yang dikemas dalam bentuk tumpeng dengan karakter dan keunikan masing-masing.
Sementara itu, pada lomba fashion busana adat berpasangan khas Kutai Barat, pasangan Fredy Richard dan Githa berhasil meraih juara pertama. Juara kedua diraih pasangan Glory Rafael Paren dan Jesica Seskia.

Pasangan Anggun Fatricia dan Nabil Furqon menempati posisi ketiga. Juara keempat diraih pasangan Merry dan Nevil, sedangkan posisi kelima ditempati pasangan Michael Julio dan Marian Antonio Christina.
Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan menampilkan kemampuan terbaik sepanjang pelaksanaan festival.
Ia juga menyampaikan selamat kepada para pemenang yang berhasil meraih prestasi dalam berbagai kategori lomba. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari dedikasi, kreativitas, dan semangat dalam menjaga kebudayaan daerah.
“Bagi para pemenang, selamat atas dedikasi dan prestasi yang diraih. Bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati, karena kontribusi seluruh peserta dalam menampilkan yang terbaik merupakan kemenangan sejati bagi kelestarian budaya Kubar,” kata Frederick.
Festival Sempekat Harmoni Budaya Kubar 2026 menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan kekayaan kuliner dan busana adat daerah. Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk semakin mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya Kutai Barat. (yan/adv/diskominfo)












