SENDAWAR, KALTIM PERS – Membangun kampung agar lebih maju dan berkembang, bahwa antar semua unsur masyarakat dan pemerintah kampung harus sejalan atau kompak. Di samping itu jangan mudah dibenturkan oleh segelintir atau sekelompok orang yang sengaja tujuannya merusak, sehingga berdampak kepada ketidakharmonisan di internal pemerintah kampung bersama masyarakat.
“Warga jangan mudah terpengaruh jika ada pihak yang mencoba merusak keharmonisan. Meski disadari membangun kampung yang sukses tidak akan mampu dilaksanakan kepala kampung tanpa dukungan masyarakat. Kalau sudah tidak harmonis yang rugi masyarakat itu sendiri,” kata Camat Muara Pahu, Mauliddin Said, ketika memberikan sambutan di acara tatap muka dengan warga Muara Beloan di Alun-alun Etam Muara Beloan, Rabu, 6 Mei 2026.
Kehadiran Camat Muara Pahu menyertakan Sekertaris Camat Abdul Fattah dan Kasi Pemerintahan Supiansyah ke Muara Beloan, sebagai upaya pembinaan kepada pemerintah kampung. Di samping itu upaya menitoring roda pemerintahan kampung serta menyerap aspirasi masyarakat. “Ini tugas yang harus dilaksanakan pemerintah kecamatan. Meski disadari Muara Pahu meliputi 12 kampung dengan kondisi geografis yang berbeda. Yakni ada yang jalur darat dan alur sungai,” terang mantan Camat Melak.
Camat Muara Pahu membantah, jika kehadirannya di Muara Beloan sebagai upaya dukungan kepada Petinggi Muara Beloan, yang kini tengah dilaporkan oknum warga kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Kubar. Terkait dilaporkan warga adanya dugaan korupsi dana desa tahun 2022-2025. “Tidak ada itu, kalau saya berpihak kepada petinggi. Posisi saya harus netral,” pungkasnya.
Sementara itu, Petinggi Muara Beloan, Rudy Suhartono menyampaikan permohonan maaf kepada Camat Muara Pahu dan jajarannya yang dituding tidak netral. “Itu yang memviralkan saya dan pihak kecamatan di media sosial tiktok, terlalu berlebihan. Janganlah selalu memfitnah orang. Apakah dirinya paling bersih,” ungkap Rudy. Perilaku yang memfitnah petinggi Muara Beloan di medsos itu sebenarnya, kata Rudy sudah diketahui identitasnya. Kalau dipublikasikan lebih buruk perilakunya. Semua kelakuan juga lebih parah. Orang itu, sudah ada bukti menipu orang dan kinerjanya sangat buruk. “Ingat perbuatan memfitnah itu akan menanggung risiko di hadapan Allah SWT. Ingat mati lho ya. Anda bakal bangkrut karena suka memfitnah orang di akhirat kelak,” tegas Rudy.
Terkait klarifikasi oleh Kejari Kubar? Rudy tidak menyoalkan. Meski laporannya berbau fitnah. Hal ini sejalan dengan pernyataan pihak Kejari saat dikonfirmasi media. Bahkan pihak Kejari Kubar belum menemukan dugaan korupsi dituduhkan kepada Petinggi Muara Beloan. Justru pihak Kejari memberikan pernyataan, bagi pelapor ke Kejari, harus valid bukan rekayasa/fitnah. “Tapi saya diviralkan seperti betul-betul sudah korupsi,” tegasnya.
Bahkan oknum warga yang melaporkan ke Kejari pun sudah diketahui identitasnya. Tidak orang lain. “Eh ternyata orang dekat juga. Sakit hati lah. Heee,” ungkapnya. Beratnya sakit hati itu, hampir setiap hari memviralkan di Mata Kubar dan medsos lainnya. Semunya tentang Petinggi Beloan dengan informasi tendensius. “Tinggal menunggu waktu, nanti pelakunya akan dijerat UU ITE,” tegasnya.
Terkait dugaan korupsi tersebut, justru Petinggi Muara Beloan mengaku, banyak para pihak di ibu kota kabupaten yang mengontak dirinya melalui ponsel. Termasuk tokoh masyarakat dan pemuda Muara Beloan, sendiri. Rata-rata banyak pihak tidak percaya atas diviralkan di tiktok, karena lebih mengenal sifat dan karakter sebelum menjadi Petinggi Muara Beloan. Selain dikenal pekerja keras dan mengetahui tidak ada sifat-sifat yang mengarah kepada korupsi. Hal ini terlihat selama menjadi komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kubar dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kubar.(yns/KP)












