SENDAWAR, KALTIM PERS – Jalan akses ke Kampung Muara Beloan, Kecamatan Muara Pahu, Kutai Barat (Kubar) sudah mulus. Ini setelah jalan tanah itu diperbaiki oleh PT. Manaar Bulatn Lestari (MBL) dan PT Teguh Sinar Abadi (TSA), Kamis, 30 April 2026.
“Warga sangat senang karena jalan akses sepanjang sekitar 5 km itu sudah diperbaiki. Rusak akibat sempat tergenang banjir. Sehingga badan jalan tidak rata atau berlubang-lubang. Di samping itu banyak semak belukar yang nyaris menutup badan jalan,” kata Rudy Suhartono, Petinggi Muara Beloan, kepada Kaltim Pers, Minggu, 10 Mei 2026.
Perbaikan badan jalan oleh kedua perusahaan tambang batubara ini, setelah Kepala Kampung Muara Beloan melayangkan surat permohonan kepada kedua manajemen tersebut. Baik manajemen PT. MBL dan PT. TSA. “Yang kita bangga manajemen kedua perusahaan itu langsung merespon dengan cepat,” terangnya. Setelah tim kedua perusahaan itu mengecek badan jalan beberapa hari kemudian menurunkan alat berat mulai melakukan perbaikan badan jalan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada manajemen kedua perusahaan. Termasuk Pak M Japri, warga Muara Beloan yang dipercayakan oleh Petinggi Muara Beloan untuk mengawasi perbaikan jalan tersebut di lapangan,” sebutnya.Rudy menyatakan, pentingnya perbaikan jalan ini karena setiap hari dilintasi warga untuk menjual hasil tangkapan ikan ke pasar Melak dan sekitarnya. Selain itu, banyak warga yang bepergian ke ibu kota kabupaten dan sebaliknya. Yang lebih penting lagi, mulusnya badan jalan ini menjadi dambaan karena mendekati Hari Raya Iduladha, pada hari Rabu atau Kamis (26-27 Mei 2026).

Meski sudah mulus namun kerap dilanda hujan hampir setiap hari, Rudy mengimbau agar warga tidak memaksakan melintasi jalan tersebut. Karena jika setelah hujan akan rusak kalau dipaksakan dilintasi khususnya roda empat. “Ya, kalau hujan jangan dipaksa malah tambah rusak,” sarannya.
Terkait kelanjutan pembangunan jalan akses ini, Rudy mengungkapkan, telah bertemu Bupati Kubar Frederick Edwin, belum lama ini. Pertemuan itu perihal usulan Muara Beloan agar badan jalan dilanjutkan peningkatan dan semenisasi. Hasil dari pertemuan itu, pemkab atelah mengalokasikan anggaran peningkatan dan semenisasi badan jalan di Muara Beloan. Hanya saja, karena memerlukan biaya cukup besar. Terpaksa dikerjakan secara multiyears/tahun jamak, mulai 2026 hingga 2028 mendatang. “Kita doakan saja, bisa lebih cepat tanpa menunggu 2028. Kenapa harus tiga tahun, pemkab mengakui seiriang defisitnya anggaran kabupaten dampak dari pengurangan dana dari pemerintah pusat,” kata Rudy. (yns/kp)












