Warga Abit Hilang Sejak Akhir Juli, Keluarga dan Aparat Terus Lakukan Pencarian

SENDAWAR, KALTIM PERS — Seorang warga RT 2 Kampung Abit, Kecamatan Mook Manaar Bulatn, Kabupaten Kutai Barat dilaporkan hilang sejak Jumat (31/7/2026). Hingga Rabu (5/8/2026), keberadaan pria bernama Mengket berusia 70 tahun, yang berprofesi sebagai petani, masih belum diketahui meski berbagai upaya pencarian telah dilakukan.

Keponakan korban, Ade Yudas, mengatakan keluarga pertama kali menyadari Mengket tidak berada di rumah pada Jumat pagi sekitar pukul 07.30 Wita. Saat itu, pintu rumah korban dalam kondisi terbuka, namun pemilik rumah tidak ditemukan.

Keluarga awalnya mengira Mengket sedang berkunjung ke rumah kerabat atau tetangga. Mereka menunggu hingga sore hari, tetapi korban tak kunjung pulang. Pencarian kemudian dilakukan secara mandiri dengan mendatangi rumah-rumah keluarga dan warga di sekitar Kampung Abit.

“Semua keluarga dekat sudah kami tanyai, termasuk di Kampung Muara Jawaq dan Kampung Tondoh. Namun hasilnya nihil,” kata Ade. Bagi warga yang menemukan bisa menghubungi no hp Ade Yudas : 0812 5793 9058.

Karena pencarian tidak membuahkan hasil, keluarga kemudian meminta bantuan Polsek Melak serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Barat. Meski demikian, hingga kini belum ada informasi mengenai keberadaan Mengket.

Ade menjelaskan, pihak keluarga juga mengalami kesulitan karena tidak mengetahui pakaian yang dikenakan korban saat meninggalkan rumah. Satu-satunya data yang dimiliki hanyalah foto korban sehingga informasi mengenai ciri-ciri saat menghilang sangat terbatas.

“Kami tidak tahu beliau memakai baju warna apa atau celana panjang maupun pendek saat keluar rumah. Tidak ada yang melihat,” ujarnya.

Menurut keluarga, pencarian telah dilakukan di sejumlah lokasi sekitar kampung, termasuk menyisir sungai-sungai kecil di sekitar permukiman. Namun, penyisiran di Sungai Mahakam belum dilakukan.

Ade menilai kemungkinan korban tenggelam di sungai kecil relatif kecil karena saat ini musim kemarau menyebabkan debit air surut.

“Air sungai sedang dangkal. Kalau memang jatuh ke sungai kecil, seharusnya akan mudah terlihat,” katanya.

Mengket diketahui tinggal seorang diri. Ia sudah bercerai dengan istrinya dan tidak memiliki anak.

Keluarga berharap masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaan Mengket segera memberikan informasi kepada keluarga, aparat kepolisian, atau pemerintah kampung setempat agar proses pencarian dapat segera membuahkan hasil.(rud/KP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *