Puluhan Pelanggan Melak Ulu Tiga Hari Tanpa Air, Pipa PDAM Bocor Tergaruk Pekerjaan Proyek. Untung : Maaf, Segera Kami Perbaiki

KUTAI BARAT, KALTIM PERS— Puluhan warga RT 10, 3 dan RT 9 di Kelurahan Melak Ulu, Kecamatan Melak, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih setelah distribusi air Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Sendawar terhenti sejak Kamis (5/11/2026).

Terhentinya aliran air tersebut diduga akibat kebocoran pipa distribusi PDAM di Jalan Haji Nurdin, tepatnya di depan Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah, Kelurahan Melak Ulu. Pipa diduga tergaruk alat berat jenis ekskavator saat pekerjaan berlangsung.

Akibat kejadian itu, warga terpaksa mencari sumber air alternatif dengan mendatangi jalur pipa yang mengalami kerusakan. Mereka berbondong-bondong membawa jeriken dan ember untuk mengambil air guna memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, mencuci, dan keperluan rumah tangga lainnya.

Warga berharap pihak kontraktor segera berkoordinasi dengan Perumda Tirta Sendawar agar kerusakan pipa dapat ditangani. Mereka juga meminta agar pekerjaan pembangunan pagar tetap memperhatikan keberadaan jaringan utilitas umum sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

Direktur Perumda (PDAM) Tirta Sendawar Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Untung Surapati, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terhentinya distribusi air bersih akibat kerusakan pipa distribusi yang diduga tergaruknalat berat jenis ekskavator tersebut. “Pihaknya segera menurunkan petugas untuk melakukan penanganan dan perbaikan jaringan pipa yang mengalami kebocoran,” kata Untung.

Ia juga menyampaikan bahwa upaya perbaikan akan terus dilakukan dan diupayakan dapat diselesaikan segera agar distribusi air bersih kepada pelanggan, khususnya warga di Kelurahan Melak Ulu, Kecamatan Melak, dapat kembali normal.

Warga berharap perbaikan dapat dilakukan secepatnya mengingat air bersih merupakan kebutuhan utama masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Mereka juga berharap koordinasi antara pihak kontraktor dan Perumda Tirta Sendawar dapat berjalan baik agar kejadian serupa tidak kembali terulang.(wai/rud/KP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *