JAKARTA, KALTIM PERS — Gangguan penerbangan menuju Arab Saudi meluas setelah serangkaian serangan terhadap sejumlah bandara di negara tersebut. Berdasarkan laporan CNBC Indonesia, Rabu (14/10/2026), lebih dari 3.100 penerbangan terdampak selama sepekan terakhir. Sejumlah maskapai internasional membatalkan atau menangguhkan penerbangan menuju Riyadh, Jeddah, Dammam, dan Madinah.
Data perusahaan analisis penerbangan Cirium yang dikutip media setempat mencatat, sebanyak 313 dari 1.097 jadwal keberangkatan pada Rabu (14/10/2026) dibatalkan atau mengalami gangguan. Pada Selasa (13/10/2026), sebanyak 556 dari 1.058 penerbangan terdampak, sedangkan pada Senin (12/10/2026) jumlahnya mencapai 632 dari 1.048 penerbangan terjadwal.
Sebanyak 15 maskapai dilaporkan terdampak, antara lain Emirates, Etihad Airways, flydubai, Air Arabia, Qatar Airways, Air India, IndiGo, Lufthansa Group, Malaysia Airlines, dan Philippine Airlines. Maskapai lainnya adalah Air France-KLM, Akasa Air, Cathay Pacific, Delta Air Lines, serta Gulf Air. Pembatalan dilakukan pada periode berbeda sesuai rute dan kebijakan keselamatan masing-masing maskapai.
Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dilaporkan dijadwalkan tetap ditutup hingga 17 Oktober pukul 21.00 GMT atau 18 Oktober pukul 00.00 waktu Arab Saudi. Penutupan tersebut berkaitan dengan pemeriksaan keselamatan dan penilaian kesiapan operasional setelah serangan. Meski demikian, jadwal penutupan bukan jaminan bandara akan langsung kembali beroperasi pada waktu tersebut.
Penumpang yang berencana bepergian ke Arab Saudi, termasuk untuk menjalankan ibadah umrah, diimbau memeriksa status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum berangkat ke bandara. Jadwal penerbangan dan rute perjalanan masih dapat berubah mengikuti perkembangan situasi keamanan. Penumpang juga disarankan menghubungi maskapai untuk memperoleh informasi mengenai pengalihan rute, penjadwalan ulang, atau pengembalian dana. (rud/KP)












