Warga Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur khususnya dan Kaltim umumnya, beberapa bulan terakhir sering disuguhkan informasi dunia pertambangan di media sosial. Perihal akuisisi atau pengalihan bos tambang di Kutai Barat. Salah satu perusahaan dari PT Bayan Resources yakni PT Fajar Sakti Prima (FSP). Adalah perusahaan tambang batubara terbesar di Bumi Tanna Purai Ngeriman, Kutai Barat. Wilayah tambang emas hitam di Kabupaten Kutai Kertanegara dan bongkar muat produksinya di wilayah Kecamatan Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat.
Informasi ini menjurus dan terus berkembang bagaimana nasib ribuan karyawannya. Kemudian masa depan tambang. Disebut-sebut, penyumbang dana cukup besar kepada negara.
Berikut ini tulisan pengantar dari Rudy Suhartono, mantan Wartawan Senior Kaltim Post Biro Kabupaten Kutai Barat melanjutkan catatan bekas bos saya, Pimpinan Redaksi Kaltim Post dan mantan Walikota Balikpapan, Bapak Rizal Effendi.
Karena tulisannya cukup panjang, pembaca budiman sebaiknya siapkan waktu luang. Kemudian posisi membacanya di ruang yang santai, sembari menikmati secangkir kopi. Hee…… Sebaiknya tuntas membacanya agar tidak gagal paham.
Berikut catatan: Rizal Effendi
SELAMAT datang di Kaltim Haji Isam yang terhormat. Pian atau Puang Haji secara resmi menjadi “warga” Kaltim. Kalau ada yang betakun apa alasannya? Karena pian secara resmi telah membeli 30 persen saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang wilayah operasi terbesarnya ada di Kaltim terutama di Tabang, Kutai Kartanegara (Kukar).
Dengan pembelian ini, saya kira Puang Haji akan sering ke Kaltim. BYAN yang akrab disebut orang Kaltim sebagai PT Gunung Bayan saat ini adalah raksasa penambang batu bara terbesar, yang menempatkan sang pemiliknya, Datuk Low Tuck Kwong menjadi orang paling kaya di Indonesia.
Haji Isam saat ini adalah penguasa tambang paling “ganal” di provinsi tetangga kita, Kalimantan Selatan (Kalsel). Dia keturunan Bone, Sulawesi Selatan. Makanya nama aslinya adalah Andi Syamsuddin Arsyad. Tetapi dia dilahirkan di Batulicin, Kalsel, 1 Januari 1977. Jadi sidin ini bisa disebut orang Banjar Bugis atau orang Bugis Banjar (BB).
Saya tidak pernah bertemu Haji Isam. Jadi saya tidak tahu logat bicaranya. Apakah lebih kebanjar-banjaran atau kebugis-bugisan?. Tapi ada kemungkinan lebih kebanjar-banjaran karena dia lahir dan hidup di Banjar. Jadi lidahnya bisa mehantup soto Banjar, bisa juga manre coto Makassar.

Kalau ke Balikpapan, Pak Haji Isam tidak perlu repot cari makanan. Ada soto Banjar Cendrawasih atau Paman Irsyad di Sungai Ampal dan Kuin Abdhu di Ahmad Yani. Kalau mau coto Makassar, ada coto Makassar Daeng Tutu di Gunung Guntur atau Paraikatte di dekat Pelabuhan Semayang. Tapi jangan lupa juga menikmati kepiting Dandito atau Kanari di Gunung Bakaran.
Isu pembelian saham Gunung Bayan bergulir sejak Agustus. Pak Dahlan Iskan boleh dibilang wartawan pertama yang menulis transaksi raksasa tersebut.
Pak Dahlan menyebut semua saham Datuk dan anaknya sebesar 62 persen diborong Haji Isam melalui perusahaannya, PT Jhonlin Baratama dengan nilai sekitar Rp300 triliun. “Jadi di Hari Kemerdekaan RI ke-81 ini, Datuk Low-lah orang yang paling merdeka di antara penduduk Republik Indonesia,” begitu akhir tulisannya.
Beberapa hari kemudian tulisan Pak Dahlan diklarifikasi karena ternyata proses pembeliannya belum final. Tawar menawar harga saham masih berlangsung seru dan menegangkan.
Haji Isam sempat melakukan penawaran gila-gilaan rendahnya. Dari 62,2 persen saham Datuk dan anaknya, yang bernilai sekitar Rp281 triliun hanya ditawar 3 miliar dolar AS atau sekitar Rp50 triliun sampai Rp80 triliun. Tentu ini angka sangat mengagetkan. Karena 80 persen lebih rendah dari nilai pasar blok saham tersebut.
Di sisi lain BYAN juga dihadapkan posisi sangat sulit. Datuk terpaksa mengumumkan terjadi force majeure atau keadaan kahar akibat produksinya tidak mampu memenuhi kontrak dengan pembelinya. Hal itu terjadi gara-gara Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026 belum disetujui Kementerian ESDM.
Perundingan terus berlangsung, sampai akhirnya pada 16 September 2026 ditandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat (Conditional Sale and Purchase Agreement) BYAN dengan Haji Islam. Saham yang diakuisi tidak jadi semuanya. Haji Isam membeli 10.000.000.500 lembar saham atau setara 30 persen. Nilai rupiahnya sekitar Rp115,25 triliun dengan menggunakan perhitungan harga saham BYAN di kisaran Rp11.525 per lembar. Sedang harga pastinya dengan Haji Isam belum diumumkan secara resmi.

Pembelian ini dikatakan bersyarat karena menunggu pemenuhan seluruh persyaratan pendahuluan atau preliminary conditional.
Begitu akuisisi saham resmi berlangsung, BYAN bisa bernafas lega. Kementerian ESDM langsung menerbitkan persetujuan penambahan produksi batu bara melalui RKAB tiga anak usaha Bayan dengan total tambahan produksi sekitar 15 sampai 20 juta ton.
Perlu diketahui komposisi kepemilikan saham BYAN sebelum dijual ke Haji Isam terdiri Datuk 40,22 persen, anak Datuk, Elaine Low 22 persen, PT Sumber Suryadaya Prima 10 persen, Lim Chai Hock 3,26 persen dan Jenny Quantero 2,99 persen. Sisanya sekitar 20 persen milik publik lewat pasar modal.
Jika melihat dari komposisi saham yang ada, dengan masuknya Haji Isam, meski bukan pemegang saham mayoritas, tapi boleh dibilang Haji Isam menjadi pemilik saham terbanyak di Gunung Bayan. Ada kemungkinan dalam waktu dekat digelar RUPS Luar Biasa. Orang Haji Isam bakal masuk di dewan komisaris dan jajaran direktur.
Saat ini komposisi Dewan Komisaris terdiri Komisaris Utama Hendarman Soepanji (mantan Jaksa Agung 2007-2010), Lifransyah dan Moermahadi Soerja Djanegara sebagai komisaris serta Budiman dan Timur Pradopo (mantan Kapolri 2010-2013) sebagai komisaris independen.
Sedang Direktur Utama atau Presiden Direktur adalah Datuk Dr Low Tuck Kwong ditambah 7 direktur yaitu Jenny Quantero, Lim Chai Hock, Low Yi Ngo, Alastair Gordon Christopher McLeod, Alexander Ery Wibowo, Ulina Fitriani dan Siyoung Park.
MASUK KE POLITIK KALTIM?
Setelah resmi masuk di Gunung Bayan, bisa jadi Haji Isam akan mengembangkan bisnisnya lebih lebar lagi di Kaltim. Selama ini Jhonlin Group bergerak tidak saja di batu bara, tetapi juga di perkebunan kelapa sawit, transportasi, kontruksi dan beberapa usaha lainnya.
PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) yang terafiliasi bisnis keluarga Haji Isam memiliki lahan perkebunan kelapa sawit dan pabrik kelapa sawit yang berlokasi di Kabupaten Paser, Kaltim.
Haji Isam dikabarkan juga membeli pabrik kertas (PT Kertas Nusantara) milik Prabowo di Kabupaten Berau. Awalnya pabrik ini milik Bob Hasan, Kalimanis Group. Belakangan macet karena kehabisan bahan baku. Tahun lalu Haji Isam sempat berkunjung ke pabrik tersebut.
Apakah Haji Isam akan ikut cawe-cawe di peta politik Kaltim? Ada kemungkinan juga terjadi. Di Kalsel ada beberapa kepala daerah yang mendapatkan dukungan dan keterkaitan dari Haji Isam. Di antaranya Paman Birin (mantan Gubernur Kalsel), Muhidin (Gubernur Kalsel sekarang), Bupati Tanah Bumbu Zairullah Azhar, Bupati Kotabaru H Muhammad Rusli dan Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby.
Tidak saja di Kalsel, Haji Isam yang sekarang ini sangat dekat dengan Presiden Prabowo juga menempatkan orang-orangnya di Kabinet Merah Putih. Di antaranya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (sepupu), Menteri PU Dodi Hanggodo (mantan komisaris PT Pradiksi Gunatama), Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (mantan CEO Jhonlin Air Transport) dan Menteri Perdagangan Budi Santoso.
Kabarnya orang-orang Haji Isam masuk ke Kabinet Prabowo melalui Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat.
Jabatan politik apa saja yang bisa diincar Haji Isam di Kaltim? Ada kemungkinan beberapa pos kepala daerah. Mulai Gubernur Kaltim, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Wali Kota Balikpapan sampai Bupati Paser. Semua itu ada kaitan dengan kepentingan dan kelancaran bisnis Haji Isam di Benua Etam. Kalau ini terjadi, bakal seru persaingan dengan Bani Mas’ud.
Haji Isam saat ini dikenal sebagai pengusaha yang sangat dekat dengan Presiden Prabowo. Dia juga dipercaya membuka lahan pertanian atau cetak sawah di Merauke, Papua Selatan. Terkait dengan itu, Haji Isam membuat kejutan besar dengan memborong 2.000 unit ekskavator dari China.
Dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-80 tahun 2025, Presiden Prabowo menganugerahkan tanda jasa dan kehormatan Bintang Mahardika Utama kepada Haji Isam karena dinilai berkontribusi mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri melalui berbagai bisnisnya.
Berapa kekayaan Haji Isam? Ada yang menghitung sekitar Rp62,16 triliun. Tetapi ada juga yang memperkirakan sudah mencapai kisaran Rp100 triliun hingga Rp150 triliun. Bahkan lebih meningkat lagi dengan mengakuisisi Gunung Bayan. Tapi selama ini dia belum masuk dalam daftar resmi orang terkaya di Indonesia versi Forbes.
Sekarang ini Haji Isam bersama keluarganya tinggal di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalsel. Hasil pernikahannya dengan Nursam Jhonlin, mereka mempunyai 2 anak yaitu Liana Jhonlin dan Jhony Saputra. Mereka disebut keluarga “crazy rich”. Istananya dibangun sangat megah di atas lahan seluas 20 hektare. Di situ ada fasilitas pribadi seperti lintasan off-road dan kolam renang. Haji Isam dan anaknya memang suka olahraga otomotif.
Haji Isam juga memiliki fasilitas lapangan terbang dan jet mewah di Batulicin. Nama bandaranya adalah Bandara Bersujud Batulicin. Dia sempat viral ketika membeli Boeing Business Jet (BBJ) MAX 7 hanya mengenakan kaos oblong.
Apakah Haji Isam akan membangun istana keduanya di Kaltim? Ada kemungkinan seperti itu. Mungkin lokasinya di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN) atau di Tabang, Kukar. Sekalian dia bangun lapangan terbang di sana.
Saya berminat mewawancarai Haji Isam. Mudah-mudahan bisa. Selama ini saya hanya kenal beberapa haji di Kaltim, di antaranya Haji Redy Asmara, tokoh Banjar yang dikenal sebagai kontraktor batu bara, Haji Muhyar, tokoh spiritual di Samarinda Seberang, Haji Jos Sutomo, pemilik hotel Senyiur dan Haji Daud, pemilik nasi kuning ternyaman di Balikpapan. Sangat menarik lagi kalau juga kenal Haji Isam.(*)












