Tiga Bersaudara di Rembayan, Bertahan di Tengah Keterbatasan dan Menyimpan Harapan Usaha, Si Bungsu Pernah jadi Duta KPU

Kepala Kampung Muara Beloan Rudy Suhartono (kiri) dan putra bungsunya, M Al Gazali (tengah) bersama Muhammad Abadi (dua kiri), Yanah dan Hayani (kanan), di kediaman mereka di RT 2 Kampung Rembayan, Jumat (9/10/2026).

KUTAI BARAT, KALTIM PERS — Di sebuah rumah kayu di RT 2 Kampung Rembayan, Kecamatan Mook Manaar Bulatn, Kabupaten Kutai Barat, kehidupan berjalan dalam kesederhanaan. Tiga bersaudara, Yanah, Hayani, dan Muhammad Abadi, menjalani hari-hari dengan mengandalkan bantuan warga, perusahaan, dan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pokok. Mereka merupakan bagian dari delapan anak pasangan almarhum Zakaria dan almarhumah Fatimah. Tiga dari delapan bersaudara itu memiliki kondisi tubuh khusus dengan tinggi badan sekitar satu meter lebih, sedangkan lima lainnya tidak mengalami kondisi serupa.

Yanah, anak keempat yang lahir pada 1959, kini berusia 67 tahun. Adiknya, Hayani, lahir pada 1976 dan berusia 50 tahun, sedangkan Muhammad Abadi, anak bungsu, lahir pada 1978 dan berusia 48 tahun. Hayani telah menjanda setelah suaminya meninggal dunia. Muhammad Abadi sudah beristri, tetapi istrinya tinggal di Samarinda, sementara ia menetap di Kampung Rembayan. Jarak tempat tinggal itu membuat Muhammad menjalani kesehariannya di kampung bersama kedua saudarinya.

Di tengah keterbatasan, Muhammad Abadi masih bekerja sebagai anggota perlindungan masyarakat (Linmas) Kampung Rembayan. Ia menempati rumah baru yang diperoleh melalui program bantuan rumah tidak layak huni sekitar dua tahun lalu. Rumah tersebut berdiri di belakang rumah lama yang dihuni Yanah dan Hayani. Sementara itu, kedua saudarinya tidak lagi memiliki pekerjaan tetap. Mereka pernah membantu pekerjaan di rumah makan, tetapi kini tidak lagi bekerja di tempat tersebut.

Untuk kebutuhan sehari-hari, ketiganya mengandalkan bantuan sembako dan dukungan lain dari berbagai pihak. Bantuan itu menjadi penopang penting bagi mereka untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. “Kami bersyukur ada bantuan sembako dan lainnya dari warga dan pihak lainnya,” kata Yanah. Di usia senjanya, Yanah juga menjalani kehidupan tanpa pasangan. Ia mengaku merasa lebih nyaman hidup sendiri dan tidak ingin terburu-buru menikah.

Pada Jumat (9/10/2026), Kepala Kampung Muara Beloan, Rudy Suhartono didampingi istri dan putra bungsu, berkunjung ke kediaman mereka. Pertemuan itu berlangsung sederhana dan diisi dengan makan siang bersama. Rudy mengatakan, ketiganya masih memiliki hubungan keluarga dengan istrinya. Kunjungan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk melepas rindu setelah beberapa tahun tidak bertemu. “Kami datang ke rumah mereka karena dulu pernah berkunjung. Anggap ini melepas rindu setelah beberapa tahun tidak bertemu,” ujar Rudy.

Namun, bagi Rudy, pertemuan itu juga membuka ruang untuk memikirkan dukungan yang lebih berkelanjutan. Ia berencana mencari solusi berupa kegiatan usaha yang bisa dijalankan di sekitar tempat tinggal ketiga bersaudara tersebut. Harapannya, usaha itu kelak dapat menambah penghasilan dan membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Rencana tersebut masih perlu ditindaklanjuti, termasuk menentukan jenis usaha dan dukungan yang dibutuhkan agar dapat berjalan sesuai kemampuan mereka.

Kisah Yanah, Hayani, dan Muhammad Abadi menunjukkan bahwa bantuan kebutuhan pokok dapat meringankan beban, tetapi peluang untuk memperoleh penghasilan secara mandiri juga penting. Jika rencana usaha itu dapat diwujudkan dengan pendampingan yang sesuai, ketiganya berpeluang memiliki sumber penghidupan tambahan. Di rumah kayu di Rembayan itu, harapan tersebut kini menjadi langkah awal yang menunggu tindak lanjut.

JADI DUTA KPU

Ketika Rudy Suhartono menjabat Komisioner KPU Kutai Barat bagian Ketua Devisi Sosialisasi/Humas KPU, Muhammad Abadi pernah diabadikan menjadi duta sosialisasi KPU. Kalau itu, Muhammad Abadi mengenakan pakaian khusus layaknya badut yang turun ke kampung-kampung menggunakan pengeras suara di atas kenderaan roda empat. Tujuan sosialisasi untuk memperkenalkan pentingnya datang ke TPS agar tidak golput dan tahapan pemilu. Penampilannya membuat antusias warga yang menyaksikan.(*/KP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *