Kubar Harus Jajaki Peluang Jadi Mitra IKN, Beloan Sodorkan 5.000 Ha Disulap Basis Budidaya Perikanan

SENDAWAR, KALTIM PERS — Peluang Kabupaten Kutai Barat (Kubar) membangun kemitraan dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai didorong sejumlah tokoh daerah. Konektivitas jalan, pertanian, dan perikanan dinilai menjadi sektor yang dapat dikembangkan agar pembangunan IKN turut membuka pasar dan peluang ekonomi bagi masyarakat Kubar. Otorita IKN sendiri pada 2026 tengah menyiapkan tata cara penetapan daerah mitra untuk mendukung pengembangan superhub ekonomi Nusantara.

Tokoh masyarakat Kubar, Hanyeq, mengatakan rencana pertemuan dengan Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN Alimuddin diharapkan menjadi ruang untuk membicarakan potensi tersebut. “Ini kesempatan kita duduk bersama agar potensi yang ada di Kubar bisa sinergi dengan pembangunan IKN, seperti akses jalan di Kecamatan Siluq Ngurai, pengembangan budidaya perikanan di Muara Beloan, dan lainnya,” kata Hanyeq. Pertemuan diwacanakan melibatkan unsur Dinas Ketahanan Pangan Kubar, Pemerintahan Kecamatan Siluq Ngurai, Camat Penyinggahan Edy Murhamdi, Camat Muara Pahu Mauliddin Said, serta Kepala Kampung Muara Beloan Rudy Suhartono. Alimuddin tercatat masih menjabat deputi tersebut, dengan tugas yang antara lain mencakup pelibatan masyarakat dalam program IKN dan daerah mitra.

Rudy menyatakan Muara Beloan siap mengambil bagian apabila peluang kerja sama tersebut terbuka. Menurut dia, kampungnya memiliki potensi perikanan air tawar dan siap menyediakan sekitar 5.000 hektare lahan untuk pengembangan perikanan. “Kami siap berkolaborasi dengan Otorita IKN agar Muara Beloan bisa menjadi salah satu lokasi percontohan pengembangan perikanan sekaligus lumbung ikan,” ujar Rudy. Ia berharap terbukanya pasar IKN dapat meningkatkan pendapatan nelayan dan masyarakat sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi kampung dan Kutai Barat.

Meski demikian, rencana pertemuan maupun kemitraan tersebut masih berupa penjajakan dan belum menjadi program resmi Otorita IKN. Para penggagas berharap Pemkab dan DPRD Kutai Barat turut mendukung pembicaraan tersebut, termasuk memperjuangkan konektivitas jalan agar hasil perikanan, pertanian, dan komoditas Kubar dapat terhubung dengan pasar IKN. Otorita IKN sebelumnya menegaskan bahwa pembangunan Nusantara juga diarahkan untuk bersinergi dengan daerah mitra, termasuk dalam pengembangan sumber daya manusia dan ekonomi kawasan. (pol/KP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *