Ancaman Bagi Ponton Batubara, Gubernur : Segera Jembatan ATJ Diselesaikan

DISKUSI : Gubernur Kaltim Rudy Masud (kanan), Bupati Kubar Frederick Edwin dan Kepala DPUPR Kubar Pilip (tengah) sedang membicarakan desain jembatan dan jalan Kubar-Mahulu.

SENDAWAR, KALTIM PERS– Wujud harapan warga. Di sisi lain, ancaman bagi ponton angkut batubara di Kutai Barat (Kubar). Gubernur Kaltim memastikan, tidak perlu merubah desain jembatan Aji Tulur Jejangkat (ATJ) di Kelurahan Melak Ilir, Kecamatan Melak. Dan tetap dilanjutkan hingga segera selesai dan dilintasi warga.

Pernyataan Gubernur Kaltim Rudy Masud ini, ketika melakukan peninjauan jembatan pertama kali menyeberangi Sungai Mahakam di Kubar, Selasa, 6 Januari 2026.

”Jembatan ATJ segera dieksekusi tanpa berlarut-larut. Desainnya juga tetap mengikuti perencanaan yang telah dirancang oleh para pemimpin terdahulu,” kata mantan Anggota DPRRI dari Partai Golkar Kaltim.

Adapun ancaman ponton batubara ini, yang beroperasi di hulu Sungai Mahakam Kecamatan Melak. Karena hampir setiap hari pemandangan angkutan ponton batubara melintas. Jika air banjir, maka ponton batubara akan kesulitan melintas di bawa jembatan ATJ. Kecuali harus menggunakan ponton kapasitas kecil.

Keberadaan jembatan ATJ ini, dibangun oleh Bupati Kubar Ismail Thomas. Setelah diera kepemimpinan Bupati FX Yapan, jembatan ATJ tidak dilanjutkan. Alasan, pekerjaan jembatan ATJ ini tengah ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sehingga ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi baru diperbolehkan dilanjutkan pembangunannya.

Padahal jembatan ATJ ini akses memperpendek jarak Kubar ke Ibu Kota Provinsi melintasi wilayah Kutai Kartanegara. Lebih penting lagi, akses sejumlah kampung di seberang Melak yakni Kecamatan Mook Manaar Bulatn (MMB). Selama ini, warga MMB membawa kendaraan roda dua dan empat harus mengeluarkan biaya membayar feri penyeberangan Sungai Mahakam. Jika sudah ada jembatan ATJ selesai, warga akan lebih mudah dan tidak mengeluarkan biaya lagi. (rud/KP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *