Jemaah Pemkab Umrah lagi, Sempatkan ke Jabar Tsur, Rahmah dan Nur

TERIMA WAHYU: Nabi Muhammad SAW berusia 40 tahun menerima wahyu pertama Surah Al Alaq, ayat 1-5 dari Malaikat Jibril di Gua Hira (foto kiri atas). Mendaki dimulainya kenabian beliau. Jemaah menyusuri mendaki ke bukit setinggi 2 km sampai ke Gura Hira. Rohadi (kanan) melaporkan dari Arab Saudi. Rohani (kanan) melaporkan dari Arab Saudi.

Laporan Rohadi, dari Arab Saudi

Jemaah umrah Pemkab Kutai Barat (Kubar) jelang akhir melaksanakan ibadah di Tanah Suci, Arab Saudi, hingga Minggu, 14 Desember 2025. Kini 143 jemaah umrah melaksanakan perjalanan ke Jabal Tsur, Jabal Rahmah, Jabal Nur, dan Miqat di Masjid Aisyah (juga dikenal sebagai Masjid Tan’im). Semuanya berada di Kota Makkah.

LOKASINYA, masing-masing memiliki nilai sejarah dan keutamaan tersendiri dalam agama Islam. Sejarah Jabal Tsur adalah gunung bersejarah di Makkah yang menjadi saksi hijrahnya Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar Ash-Shiddiq ke Madinah.

PADANG BUKIT: Rohadi, saat berada di Jabal Tsur bersama para jemaah umrah Kubar.

Mereka bersembunyi selama tiga hari tiga malam di Gua Tsur, gua di gunung tersebut, untuk menghindari kejaran kaum Quraisy. Keajaiban pun terjadi saat Allah SWT menolong mereka dengan sarang laba-laba di pintu gua dan burung merpati yang bertelur, membuat kaum Quraisy mengira gua itu tidak ada penghuninya. 

PERJUANGAN NABI: Nabi Muhammad bersembunyi selama tiga hari tiga malam di Gua Tsur, untuk menghindari kejaran kaum Quraisy. Gua Tsur di pegunungan dikenal sebagai Jabal Tsur. Atau , sekitar 7 km di sebelah selatan Makkah.

Konteks hijrah ini, adalah peristiwa ini terjadi saat Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar diam-diam meninggalkan Makkah untuk hijrah ke Madinah demi menyebarkan ajaran Islam. Lokasinya, Gua Tsur terletak di pegunungan yang dikenal sebagai Jabal Tsur. Atau , sekitar 7 km di sebelah selatan Makkah. Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 747 meter di atas permukaan laut.

JABAL RAHMAH, SEJARAH ADAM DAN HAWA: Diyakini sebagai tempat bertemunya kembali Nabi Adam dan Hawa. Setelah dipisahkan dari surga. Melambangkan pertemuan, pengampunan, dan kasih sayang Allah.

JABAL RAHMAH

Jabal Rahmah adalah Bukit Kasih Sayang di Arafah adalah situs bersejarah penting dalam Islam. Diyakini sebagai tempat bertemunya kembali Nabi Adam dan Hawa. Setelah dipisahkan dari surga. Melambangkan pertemuan, pengampunan, dan kasih sayang Allah.

 Tempat ini juga menjadi saksi bisu momen bersejarah lainnya. Seperti saat Rasulullah SAW menyampaikan Khutbah Wada (Khutbah Perpisahan) pada Haji Wada’, yang menegaskan kesempurnaan agama Islam dan pesan persatuan umat. 

JABAL NUR

Jabal Nur (gunung cahaya) adalah gunung penting di dekat Makkah yang menjadi lokasi Gua Hira. Tempat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama Surah Al Alaq, ayat 1-5 dari Malaikat Jibril saat berusia 40 tahun. Menandai dimulainya kenabian beliau. Sebelumnya, Nabi Muhammad sering menyendiri di gua tersebut untuk berkhalwat (berdiam diri) dan merenungi ciptaan Allah. Sembari, menjauhi perbuatan syirik kaum Quraisy. Hingga kini, Jabal Nur menjadi situs ziarah utama bagi jamaah haji dan umrah, menawarkan napak tilas perjuangan Nabi serta pemandangan kota Makkah dari ketinggian. 

LEBIH DEKAT: Masjid Aisyah sangat erat kaitannya dengan kemudahan pelaksanaan ibadah umrah, menjadikannya titik awal spiritual yang menghubungkan jemaah dengan sejarah awal Islam.

MASJID AISYAH

Masjid Aisyah (Masjid Tab’im) adalah lokasi miqat favorit dan paling dekat dari Makkah bagi jemaah yang ingin umrah lagi (umrah tahallul atau umrah sunah) setelah menyelesaikan umrah utama. Caranya dengan mandi, berpakaian ihram di Masjid Aisyah. Lalu berniat umrah dari sana sebelum kembali ke Masjidil Haram untuk tawaf. Pastikan Anda sudah berada di luar tanah haram (Makkah) saat niat dan mengenakan ihram untuk menghindari dam (denda). 

Cara Miqat di Masjid Aisyah untuk Umrah Lagi:

  1. Persiapan di Hotel: Mandi sunah, potong kuku, dan kenakan pakaian ihram (bagi pria) di hotel atau penginapan Anda sebelum berangkat.
  2. Menuju Masjid Aisyah: Naik taksi atau kendaraan travel terpercaya menuju Masjid Aisyah di Tan’im (lokasi miqat terdekat dari Makkah).
  3. Niat di Masjid: Masuk ke dalam masjid, salat sunah dua rakaat (sunah ihram), lalu niatkan umrah (baik untuk diri sendiri atau membadalkan).
  4. Kembali ke Mekkah: Setelah berniat, Anda sudah berada dalam keadaan ihram dan bisa kembali ke Masjidil Haram untuk memulai tawaf. 

Poin Penting:

  • Lokasi: Masjid Aisyah (Tan’im), sangat dekat dari Masjidil Haram.
  • Tujuan: Khusus untuk jamaah yang sudah di Makkah dan ingin menambah umrah.
  • Larangan: Jangan berniat atau memakai ihram saat masih di dalam tanah haram (Makkah) saat dalam perjalanan menuju Tan’im. (tulisan ke-3, rud/tim editing redaksi KP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *