SENDAWAR, KALTIM PERS – Di tengah kondisi ekonomi melandai. Ditambah, perayaan Natal 2025. Justru adanya kerugian ditaksir Rp 3 miliar lebih. Sekitar Rp 450 juta Balai Pertemuan Umum (BPU) dan sekitar Rp 2,550 miliar kerugian dari 4 rumah warga serta 5 bangunan rumah sarang walet. Semuanya ludes terbakar di RT 1 dan RT 2, Kampung Penawang, Kecamatan Siluq Ngurai, Kutai Barat (Kubar), Sabtu, 12 Desember 2025 sekira pukul 01.00 dini hari.
Meski tidak ada korban jiwa. Namun kebakaran ini merugikan 5 warga dan 1 aset Pemerintah Kampung Penawang. ”Kelima korban kebakaran untuk sementara bertempat tinggal bersama keluarganya di Kampung Penawang,” kata Yunus, Kepala Kampung Penawang, kepada Kaltim Pers, Sabtu, 13 Desember 2025.

Korban kebakaran RT 1 :
1. Sampurna, TTL : Kenyayan, 05-11-1958, usia 67 Tahun
2. Rudi, TTL : Penawang, 19-12-1973, usia 52 Tahun
3..Yusrin Sambas, TTL : Betung, 13-12-1979, usia 46 Tahun
4. Pancer, TTL : Penawang, 12-08-1980, usia 45 Tahun
Korban kebakaran RT 2 :
5.Sabrinata, TTL : Kenyayan, 10-08-1979, usia 46 Tahun
Besarnya kerugian bangunan warga yang ludes terbakar, lanjut Yunus, karena tidak saja bangunan warga yang rata dengan tanah. Melainkan pula harga benda milik korban ada yang tidak sempat diselamatkan. Selain itu, lima bangunan rumah burung walet juga memakan biaya sangat besar. ”Karena rumah burung walet warga itu sudah banyak yang panen,” terangnya.
Untuk asal muasal api, Yunus menyebutkan, hasil informasi yang diterima berasal dari rumah warga. Penyebabnya, antara dari dapur warga yang menggunakan kayu bakar atau tabung gas elpiji.
Untuk gedung BPU yang ludes terbakar, dia mengatakan, sudah melaporkan kepada Pemkab Kubar. Disarankan, membuat proposal untuk pembangunan gedung BPU kembali yang diperkirakan akan menelan biaya sekitar Rp 450 juta tersebut.
Disarankan, bagi warga yang bersimpati ingin memberikan bantuan bisa menghubungi Pemerintah Kampung Penawang. (rud/KP)













