SENDAWAR, KALTIM PERS – Semenisasi jalan akses ke Kampung Muara Beloan akan direalisasikan tahun depan atau 2026. Ini sudah menjadi program prioritas Pemkab Kutai Barat (Kubar).
“Meski infrastruktur dibahas cukup panjang khususnya akses Muara Beloan. Mulai pasca pelantikan Bupati Frederick Edwin. Jadi jalan Beloan menjadi prioritas untuk direalisasikan tahun 2026,” kata Kepala Dinas Perikanan Kubar Pilip. Dia mengatakan ini, menghadiri pengukuhan sekaligus penyerahan SK Bupati tentang Muara Beloan sebagai Kampung Ikan Sejahtera (KIS), Rabu (18/11/2025). Termasuk Kampung Tanjung Haor, Kecamatan Penyinggahan sebagai KIS. Hanya ada 2 kampung dari 190 kampung dan 4 kelurahan se-Kubar ditetapkan jadi KIS.
Pilip mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kubar ini mengatakan, peningkatan jalan akses sudah dilakukan ketika dirinya menjabat Kepala Dinas PUPR Kubar, beberapa tahun lalu. Mulai pekerjaan memperpendek ruas jalan dari 9,5 km menjadi 8 km. Dilanjutkan pekerjaan pengurukan atau menaikkan badan jalan bebas dari banjir. Hingga kini sudah ada beberapa km yang disemenisasi. “Sisanya akan dilakukan tahun 2026,” katanya lagi.
Akses jalan, lanjut dia, sangat penting. Apalagi Muara Beloan adalah kampung penghasil ikan. Salah satu penghasil terbesar di Kubar. Selama ini terkendala mobilisasi hasil panen ikan ke pasar di Sendawar, ibu kota kabupaten.
Sementara itu, Petinggi Muara Beloan Rudy Suhartono, menyadari betapa pentingnya akses jalan di Muara Beloan. Karena banyak menjadi keluhan selama ini. Terutama ketika hujan, jalan tanah liat itu menjadi bubur. Banyak kendaraan warga terpaksa ditinggal di bibir jalan di hutan. Padahal jauh dari pemukiman penduduk Muara Beloan. “Mau tidak mau ditinggal. Karena mau di bawa pulang tidak bisa karena tanah liat yang membungkus ban kendaraan. Ditimbal setelah beberapa hari baru diambil lagi,” kata Rudy.
Meninggalkan kendaraan di hutan, sebenarnya berisiko kehilangan. Karena sudah berapa kali kendaraan warga hilang, dicuri orang. “Tapi apa mau dikata karena tidak bisa lagi membawa kendaraan pulang ke kampung. Belum lagi jika ada warga dirujuk ke rumah sakit juga sulit karena jalannya rusak,” terangnya. Besar harapan warga, agar jalan akses ini bisa dituntaskan semenisasi 2026. (rud/KP)












