SENDAWAR, KALTIM PERS – SMP akan dibuka di Muara Beloan, Kecamatan Muara Pahu. Penerimaan siswa baru Juli 2026. Ini sudah menjadi dambaan warga, sejak puluhan tahun. Berkat perjuangan kepala kampung kerja sama Yayasan Kartini, Kutai Barat (Kubar).
Tidak ada biaya bulanan atau SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan). Berbeda di sejumlah sekolah warga di Kubar, mewajibkan anak didik bayar SPP. “Anak didik hanya membayar biaya penerimaan siswa baru saja. Itupun hanya untuk biaya seragam tertentu saja dan tidak semuanya. Bahkan nilainya akan saya berikan diskon. Ini dilakukan upaya membantu putra dan putri Muara Beloan, “ kata Ruspidi, Ketua Yayasan Kartini saat sosialisasi di ruang pertemuan Kantor Kampung Muara Beloan, Rabu (18/11/2025). Kedatangan ke Muara Beloan, Ruspidi menyertakan sejumlah tenaga pendidik. Hadir, Kepala Kampung Muara Beloan Rudy Suhartono, Ketua BPK Herpandi, sejumlah tokoh masyarakat, dan orangtua peserta didik.
Kepala Kampung Muara Beloan, Rudy Suhartono menyebutkan, ada 13 orang yang akan lulus SDN 08 Muara Beloan tahun 2025. Ditambah sejumlah siswa lagi yang putus sekolah. Kemudian ada beberapa orang warga Muara Beloan menempuh pendidikan SD di Melak dan akan kembali ke Muara Beloan. “Ya kalau diperkirakan antara 15 atau 20 peserta didik yang nanti akan mendaftar sebagai siswa baru SMP Kartini di Muara Beloan,” kata Rudy Suhartono. Diharapkan nantinya akan terus bertambah.
Lebih lanjut Ruspidi menjelaskan, siswa baru SMP Kartini dari Muara Beloan akan tetap belajar di Muara Beloan. Hanya saja nanti ketika ujian beberapa hari di SMP Kartini di Kecamatan Melak. “Kami siapkan nanti ruangan tempat tinggal selama ujian di SMP Kartini di Melak. Tinggal biaya konsumsi silakan para orangtuanya menyiapkan masing-masing,” lanjut Ruspidi. Selama belajar di Muara Beloan, pihak Yayasan Kartini akan membantu juga modul (materi belajar mandiri). “Jika nanti sewaktu-waktu harus ada belajar cara daring atau pihak gurunya yang ke Muara Beloan. Akan diatur nanti sesuai kebutuhannya,” terangnya.
Ruspidi mengaku sangat tersentuh kondisi pendidikan di Muara Beloan. Sesuai pemaparan Kepala Kampung Muara Beloan, banyak anak didik yang putus sekolah. Karena jika ke Muara Pahu cukup jauh. Demikian juga ke Melak. “Selain itu memerlukan biaya sewa rumah dan ke sekolan serta biaya lainnya,” katanya. Sehingga nanti SMP Kartini ada di Muara Beloan, benar-benar sangat membantu dan meringankan beban para orangtua.
Rudy Suhartono berharap, peluang pendidikan di Muara Beloan harus dimanfaatkan. Agar para orangtua untuk mewajibkan anaknya menempuh pendidikan dengan baik. Ini demi masa depan putra dan putrinya.
Terkait masa depan SMP Kartini ini, Ruspidi memberikan harapan agar kedepan di Muara Beloan bisa memiliki atau mendirikan SMP sendiri. Meski tidak harus lagi bergantung dengan SMP Kartini, lagi. (rud/KP)






