JAKARTA, KALTIM PERS– Luar biasa. Bayan Resources Tbk (BYAN) memiliki 14 anak perusahaan batubara di Tanah Air. Dua diantaranya, ada di Bumi Tanaa Purai Ngeriman, Kutai Barat (Kubar). Yakni PT. Fajar Sakti Prima (FSP) dan PT Teguh Sinar Abadi/PT Firman Ketaun Perkasa (FKP). Dulu ada PT.Gunungbayan Pratamacoal (GBPC) di Kecamatan Muara Pahu namun sudah berakhir, beberapa tahun lalu.
Besarnya bisnis tambang batubara oleh BYAN ini ternyata ada orang kuat di dalamnya. Yakni Hendarman Soepandji, tokoh senior pernah menjabat Jaksa Agung, periode 2007-2010. Kemudian pernah menjabat Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia periode 2012-2014.
Henderman Soepanji kelahiran Klaten, Provinsi Jawa Tengah, 7 Januari 1947 diangkat sebagai Komisaris Utama Independen BYAN berdasarkan hasil Rapat Umum Para Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 15 Januari 2025.
Berdasarkan laman inilah.com, bahwa gajinya Hendarman Soepanji sebagai Komisaris BYAN selangit. Mengutip laporan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2024 BYAN, batas maksimum remunerasi yang disetujui sebesar US$100.000.000.
Namun secara aktualnya, nominal remunerasi (total imbalan) yang diberikan oleh perseroan kepada Dewan Komisaris dan Direksi selama tahun buku 2024 adalah US$72.237.611, setara dengan Rp1,208 triliun (kurs US$ 1 = Rp16.727) yang terdiri dari: Jabatan Direksi menerima: US$69.818.416 (Rp1,167 triliun). Sedangkan Dewan Komisaris: US$2.419.195 (Rp40,419 triliun). Nilai remunerasi tersebut sudah meliputi gaji, tunjangan, dan fasilitas.

14 anak perusahaan utama BYAN :
- PT Dermaga Perkasapratama
- PT Perkasa Inakakerta (juga mengoperasikan tambang)
- PT Wahana Baratama Mining (juga mengoperasikan tambang)
- PT Fajar Sakti Prima (FSP)
- PT Kalimantan Citra Bara (KCB)
- PT Bara Tabang
- PT Bayan Energy
- PT Brian Anjat Sentosa
- PT Apira Utama
- PT Bara Sejati
- PT Cahaya Alam
- Kangaroo Resources Limited and subsidiaries (berbasis di luar negeri)
- PT Enggang Alam Sawita (diakuisisi baru-baru ini)
- PT Teguh Sinar Abadi / Firman Ketaun Perkasa (mengoperasikan tambang)
PEMILIK BYAN TERTARIK

Hendarman Soepanji, memiliki rekam karier menterang di tingkat nasional. Begitu pula mengesankan selama menjabat Jaksa Agung hingga lembaga pemerintahan. Hal ini membuat konglomerat Low Tuck Kwong sebagai pemilik BYAN menjadi tertarik. Kemudian mengangkat Hendarman Soepandji sebagai Komisaris BYAN melalui gelaran RUPSLB, pada 13 September 2023.
Kemudian, pada 15 Januari 2025 melalui RUPSLB, Hendarman Soepandji kembali mendapat kepercayaan untuk mengisi posisi sebagai Komisaris Utama Independen Perseroan, menggantikan Purnomo Yusgiantoro yang mengundurkan diri. Jabatan barunya ini berlaku hingga penutupan RUPST pada tahun 2027.
SEDIAKAN JALAN WARGA

PT. FSP telah membangunkan jalan akses dan underpass di Kaltim yang juga dapat digunakan oleh warga sekitar. Proyek jalan ini dirancang untuk menghubungkan wilayah Kutai Kartanegara (Kukar) dengan Kubar. Salah satunya jalan akses terkoneksi tol akasia Kubar-Kota Bangun, Kukar.
Poin-poin utama terkait proyek tersebut:
- Tujuan Ganda: Pembangunan jalan ini memiliki dua tujuan utama: untuk mendukung kelancaran operasional dan produksi perusahaan tambang, serta untuk menyediakan aksesibilitas bagi masyarakat umum di sekitarnya.
- Lokasi: Jalan sepanjang sekitar 100 kilometer ini menghubungkan Kecamatan Tabang di Kutai Kartanegara dan Muara Pahu di Kutai Barat.
- Dukungan Pemerintah: Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, termasuk Gubernur pada saat itu, mengapresiasi dan mendukung penuh inisiatif pembangunan jalan ini karena dinilai bermanfaat bagi infrastruktur daerah dan masyarakat.
- Infrastruktur Tambahan: Selain jalan, perusahaan juga membangun sebuah underpass untuk memastikan keselamatan masyarakat umum dan kelancaran produksi.
Dengan adanya pembangunan ini, diharapkan mobilitas warga dan konektivitas antar wilayah di Kalimantan Timur dapat meningkat.(rud/KP)












