SENDAWAR, KALTIM PERS – Wahyu Effendi alias Fendi (38) asal Lumajang, Provinsi Jawa Timur berhasil ditemukan, Rabu (12/11/2025) sekira pukul 21.51 Wita. Sehingga ke-8 korban sudah berhasil ditemukan semua. Sementara itu ketujuh jenazah yang sudah berada di RSUD Harapan Insan Sendawar (HIS) diberangkatkan menggunakan ambulans dan diperkirakan Kamis (13/11/2025) sudah tiba. Untuk tiga jenazah dibawa ke Samarinda. Kemudian, empat jenazah dibawa ke Balikpapan, untuk diterbangkan ke daerah asalnya masing-masing.
Hal ini dilakukan, atas permintaan para keluarga korban masing-masing yang datang langsung ke lokasi kejadian. ”Pihak keluarga korban yang meminta dimakamkan di luar Kubar. Mereka pun mengaku rata-rata para korban memang tidak bisa berenang. Apalagi kejadiannya malam hari, sehingga sulit bisa menyelamatkan diri,” ungkap Kapolres Kubar AKBP Boney Wahyu Wicaksono melalui Kasi Humas Ipda Sukoco, menirukan pengakuan sejumlah keluarga korban di lokasi kejadian, kepada Kaltim Pers, Rabu (12/11/2025) malam.

Tim gabungan juga menemukan, tas ransel warna hitam berisi uang sebesar Rp 48 juta lebih. Uang tersebut sudah diserahkan petugas kepada mandor PT. Borneo Damai Lestari (BDL) berisial Ei. Informasi yang berkembang, bahwa uang itu adalah gaji para karyawan PT BDL. Korban 8 orang itu adalah karyawan PT BDL, sebagai perusahaan yang bergerak Hutan Tanaman Industri (HTI).


Seperti diwartakan media ini, musibah kecelakaan feri penyeberangan tenggelam di perairan Sungai Mahakam, Kampung Linggang Muara Leban, Kecamatan Long Iram, Senin (10/11/2025) sekira pukul 20.00 wita. Feri penyeberangan lebar 4 meter dan panjang 16 meter itu mengangkut semen termasuk 28 penumpang tujuan pelabuhan PT Borneo Damai Lestari (BDL) di Kampung Ujoh Halang. Dilaporkan 20 orang selamat dan 8 orang hilang. Pengakuan motoris feri penyeberangan, bagian lambung feri penyeberangan kemasukan air sekitar 150 meter dari tepian Sungai Mahakam hingga akhirnya tenggelam.
Terkait kasus ini, Sukoco menyebutkan, Kamis (13/11/2025) akan dilakukan live dengan mabes Polri. Hal ini dilakukan untuk melaporkan perkembangan kecelakaan Sungai Mahakam karena telah menjadi atensi pihak Mabes Polri. Sekaligus di waktu berbeda, jajaran Polres Kubar juga akan mengelar perkara terhadap kasus yang merengut nyawa 8 korban tersebut. Hasilnya seperti apa akan diputuskan segera. (rud/KP)













