Warga Dilarang Mendekat Lokasi Feri Tenggelam, Polres Dirikan Posko SAR dan Turukan Tim Sidokkes

FOTO FOR KP - BELUM DITEMUKAN : Jajaran Polres Kubar yang tergabung TNI, BPBD dan warga belum menemukan ke-8 korban tenggelamnya feri di perairan Sungai Mahakam, Kampung Linggang Muara Leban, Kecamatan Long Iram yang terjadi, Senin (10/11/2025) sekira pukul 20.00 wita hingga berita ini dilaporkan Selasa (11/11/2025) pukul 09.23 wita.

SENDAWAR, KALTIM PERS – Pencarian 8 korban feri tenggelam di perairan Sungai Mahakam, Kampung Linggang Muara Leban, Kecamatan Long Iram, Kutai Barat (Kubar) belum membuahkan hasil, hingga Selasa (11/11/2025) pukul 09.23 wita. Jajaran kepolisian menyarankan, agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di sekitar lokasi tenggelamnya feri. Saran ini disampaikan, agar tidak menggangu upaya pencarian korban diduga turut tenggelam.

”Kami sudah mendirikan Posko SAR (Search and Rescue) di lokasi kejadian,” kata Kapolres Kubar AKBP Boney Wahyu Wicaksono melalui Kasi Humas Ipda Sukoco, melalui pres rilis, Selasa (11/11/2025). Upaya pencarian korban, pihak kepolisian tergabung dengan tim dari TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubar. Masyarakat sekitar Kampung Muara Leban turut membantu dengan memberikan dukungan logistik dan tenaga dalam proses pencarian. Posko ini berfungsi sebagai pusat informasi, posko logistik, dan tempat penyaluran bantuan bagi para korban selamat. Di samping itu menggunakan perahu karet untuk memudahkan proses pencarian di sepanjang aliran Sungai Mahakam.

Sementara tim gabungan terus melanjutkan operasi SAR dengan penuh kehati-hatian mengingat arus sungai yang deras.

Kepala Kampung Linggang Muara Leban, Aydin melaporkan awal kejadian, terjadi musibah kecelakaan feri penyeberangan tenggelam ini terjadi Senin (10/11/2025) sekira pukul 20.00 wita. Feri lebar 4 meter dan panjang 16 meter mengangkut semen termasuk 28 penumpang bermaksud menuju ke pelabuhan PT Borneo Damai Lestari (DBL) di Kampung Ujoh Halang. Dilaporkan 20 orang selamat dan 8 orang masih dilakukan pencarian menyusuri di lokasi kejadian. Termasuk juga memuat beberapa unit sepeda motor.

Identitas 8 korban dilakukan pencarian yakni

  1. Asmaun/Bogel, 55 tahun asal Malang, Provinsi Jawa Timur
  2. Pendy, 30 tahun asal Lumajang, Provinsi Jawa Timur
  3. Dedy, 30 Tahun asal Bandung, Provinsi Jawa Barat
  4. Ilham, 27 Tahun asal Bandung, Provinsi Jawa Barat
  5. Ira, 24 Tahun asal Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur
  6. Cello, 21 Tahun asal Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur
  7. Yanto, 40 tahun asal Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur
  8. Anci, 50 tahun asal Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur

Sukoco menambahkan, pengakuan motoris feri, pada lambung feri kemasukan air sekitar 150 meter dari tepian Sungai Mahakam hingga akhirnya tenggelam. “Dari hasil keterangan saksi dan motoris, air mulai masuk dari bagian depan ponton hingga akhirnya kapal tidak dapat dikendalikan dan tenggelam,” terangnya.

FOTO FOR KP – DIRIKAN POSKO SAR : Untuk memudahkan penanganan korban feri tenggelam telah dibangun Posko SAR dekat lokasi kejadian.

SIDOKKES POLRES TURUN KE LAPANGAN

FOTO FOR KP – CEK KESEHATAN : Korban selamat feri tenggelam dilakukan pemeriksaan oleh tenaga medis Polres Kubar.

Untuk membantu pelayanan kesehatan kepada korban feri tenggelam, Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Kubar turut melaksanakan evakuasi dan pemeriksaan kesehatan terhadap para korban yang selamat.

Tim Sidokkes Polres Kubar Aiptu Dedy Sugara, bersama anggota Brigpol Eko Yulianto, Bripda Fino Yura F., dan Muhammad Fiqri Alamsyah, turun langsung ke lokasi kejadian, Senin (10/11/2025) sejak pukul 01.00 dinihari. Telah memberikan pertolongan medis kepada para korban selamat.

Dari 20 korban selamat, ada 6 korban mendapatkan pemeriksaan kesehatan langsung oleh tim Sidokkes. Sedangkan 5 korban ditangani Puskesmas Long Iram. (rud/KP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *