Sudah 3.500 Diberi Makan Bergizi Gratis, Kapolda: Kubar Urutan 3 se-Kaltim

FOTO POLRES PRESTASI: Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro menandatangani batu prasasti peresmian gedung SPPG di kompeks perkantoran Pemkab Kuar, Rabu (5/11/2025).

SENDAWAR, KALTIM PERS – Prestasi yang membanggakan bagi Kutai Barat (Kubar). Dari 10 kabupaten/kota se-Kaltim baru 3 daerah yang telah menerapkan atau memiliki fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Yakni Balikpapan, Samarinda dan Kubar.Bakal menyusul, adalah Paser dan Penajam Paser Utara (PPU) dalam proses menunggu penunjukan kepala dari Badan Gizi Nasional (BGN). 

Program (SPPG) yang menyediakan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk masyarakat, terutama anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui. Program ini bertujuan untuk memastikan kecukupan gizi dengan menyajikan makanan seimbang secara gratis. 

“SPPG adalah adalah program Polri untuk mendukung salah satu program strategis dari Asta Cita Presiden Prabowo. Untuk SPPG di Kubar, persiapannya sangat presentatif dan pelayanannya baik. Hingga kini sudah 3.500 orang mendapatkan MBG,” kata Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro, diwawancarai media, saat meresmikan gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di samping  Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Kubar,  kompleks perkantoran Pemkab Kubar, Rabu (5/11/2025).

Harapannya, lanjut Kapolda, bisa membantu warga khususnya pelajar meningkatkan gizi peserta MBG. Harapan presiden agar anak-anak khususnya peserta didik dapat belajar dengan baik karena kebutuhan gizinya terpenuhi.

Dilansir RRI.co.id bahwa program MBG di Kubar telah berjalan di tiga kecamatan sejak 25 Agustus 2025. Yakni Melak, Barong Tongkok, dan Sekolaq Darat. Tahap awal mencakup 26 sekolah dari tingkat TK hingga SMA, dengan ribuan siswa menjadi penerima manfaat.

Koordinator SPPI-BGN Kubar, Yugis Asih, menjelaskan dapur MBG di Sekolaq Darat melayani 13 sekolah dengan total 2.454 siswa, sementara dapur SPPG Mabes Polri menjangkau 13 sekolah lain dengan total 3.520 siswa. “Jumlah siswa yang akan menerima MBG secara bertahap diperkirakan lebih dari 6.000 orang,” ujar Yugis.

Saat ini, tiga yayasan telah terdaftar sebagai mitra BGN, yaitu Yayasan Kemala Bhayangkari, Yayasan Pendidikan Geleo Asa, dan Yayasan Pendidikan Hidayatullah Royoq.

Yugis menegaskan, pengawasan ketat dan sertifikasi menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk menjaga kesehatan dan keselamatan anak-anak. “Program MBG bukan hanya berbagi makanan, tetapi juga mendukung tumbuh kembang anak yang aman dan berkualitas,” katanya.(luk/rud/KP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *