Ribuan Ikan Toman dan Haruan Mati, Ini Indikasi Penyebabnya

RUGI BANYAK : Saat air pasang, ikan buidaya di dalam keramba banyak mati. Infikasi air mengandung pestisida. Segera dinas terkait bertindak.

SENDAWAR, KALTIM PERS – Bahan kimia pestisida yang digunakan petani membasmi hama merusak tanaman, salah satu indikasi banyak ikan mati di alur sungai. Hal ini harus disikapi dinas terkait di Kutai Barat (Kubar). Karena banyak petani  budidaya ikan  keramba di sepanjang alur Sungai Mahakam dan anak sungai merugi.

Salah seorang kepala kampung mengungkap, pestisida adalah satu satu penyebabnya mati ikan di dalam keramba. Hal ini pernah terjadi wilayahnya. Muncul adanya keluhan banyak warga budidaya ikan keramba yang mati di pesisir Sungai Mahakam. “Ditelusuri ternyata bahan kimia Pestisida tersebut. Itu pak penyebabnya pestisida ikan jadi mati. Dan ketika air naik,” kata kepala kampung tadi yang hadir diacara pertemuan penetapan Kampung Ikan Sejahtera (KIS) di Kantor Dinas Perikanan Kubar, Senin (27/10/2025).

Pestisida di semprot pada tanaman itu memang tidak kelihatan. Namun air yang bercampur pestisida  mengalir ke celah-celah tanaman atau tanah pertanian mereka. Ketika hujan air yang sudah bercampur bahan kimia pestisida itu mengalir ke Sungai Mahakam. Apalagi dibarengi dengan banjir. Maka air itulah yang masuk ke dalam keramba budidaya perikanan. “Nah itulah sehingga ikan di dalam keramba mati,” terangnya.

Kondisi ini sama halnya banyak ikan di wilayah Sungai Mahakam di Kecamatan Tering dan sekitarnya, pada November 2025. Banyak warga melintas di alur Sungai Mahakam menemukan ikan mati dan terapung. Kuatnya dugaan ini karena terkena air mengandung pestisida.

“Banyak ikan di dalam keramba mati itu dialami warga Kampung Muara Beloan.Ribuan ekor jenis ikan patin, harun, toman dan lainnya mati terapung di dalam keramba. Kejadian ini sering terjadi dan sangat merugikan warga sebagai petani warga Muara Beloan,” ungkap Rudy Suhartono, Kepala Kampung Muara Beloan, Kecamatan Muara Pahu.

Indikasi bahan kimia pestisida, Rudy belum dapat memastikan. Namun jika dirunut (berurutan) dari faktor alam bisa benar. Karena air Sungai Beloan, pasang atau naik mendapatkan kiriman dari hulu Sungai Kedang Pahu, anak Sungai Mahakam. “Bisa juga ada petani yang menyemprot tanaman menggunakan pestisida di hulu Sungai Kedang Pahu. Lalu air yang mengandung bahan kimia Pestisida tersebut mengalir ke Sungai Beloan,” terangnya.

Kepastian penyebab Pestisida itu perlu penyelidikan oleh dinas terkait di Kubar. Karena tidak semua banjir ikan mati. Namun ada kalanya banjir tertentu ikan mati. “Bisa jadi saat banjir ikan tidak mati karena tidak ada warga dari kampung lainnya yang menyemprot tanaman menggunakan pestisida,” tutupnya. (rud/KP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *