SENDAWAR, KALTIM PERS – Berbagai ajang lomba di Kampung Muara Beloan, Kecamatan Muara Pahu, Kutai Barat (Kubar) kembali digelar. Ajang pariwisata tahunan yang diagendakan Dinas Pariwisata Kubar ini, bertajuk “Festival Danau Paot” akan dilaksanakan dua hari dan puncaknya, Senin, 6 April 2026.
Dua jenis lomba perahu ketinting. Yakni kelas nelayan 6 PK dan kelas umum. Hanya saja, karena kondisi air di Danau Paut dangkal akibat kemarau. Dijadwalkan lomba akan digelar didekat di Bantaran Sungai Beloan. Dekat dengan pemukiman warga.

Untuk peserta cukup banyak peminatnya. Kegiatan lomba akan digelar dua hari. Yakni hari Minggu, 5 April 2026. Digunakan babak penyisihan lomba. Kemudian, final akan dilaksanakan esok harinya atau Senin, 6 April 2026. “Kalau lomba di Sungai Beloan banyak warga yang menyaksikan. Karena lebih dekat dari pada ke Danau Paot. Ini ajan menjadikan ajang lomba yang sangat menarik,” kata Hermadi, ketua Panitia Lomba Ketinting.
Panitia sudah menyiapkan arena balap ketinting di Sungai Beloan. Sudah banyak para peserta melakukan latihan di arena tersebut.
Tak hanya lomba ketinting, pada perayaan 2026 ini sedikit berbeda. Bertambah, dilaksanakan lomba kuliner dipusatkan di Alun-alun Etam RT 2 sebagai panggung utama. Yakni masakan khas Kutai, Jajak (berbagai kue lokal) dan obat herbal. “Para peserta yang sudah mendaftar dari perwakilan rukun tetangga (RT). Bagi peserta berminat dari luar kampung disilakan. Karena penutupan pendaftaran paling lambat, Minggu, 5 April 2026,” kata Vherra Solita, Ketua Panitia Kuliner.
Adapun peserta perwakilan RT dimaksud, diikuti masing-masing 3 jenis lomba per RT. Yakni masakan Kutai, jajak (kue) dan obat herbal. Untuk penilaian oleh para juri kuliner akan dilaksanakan hari puncak acara, Senin, 6 April 2026.
Kepala Kampung Muara Beloan, Rudy Suhartono menyambut baik dilaksanakannya agenda Festival Danau Paot yang didanai Dinas Pariwisata Kubar. Karena kegiatan berbagai lomba digelar pada acara tersebut, menjadikan banyak para pengunjung yang datang ke Muara Beloan. Tak hanya itu, mendongkrak ekonomi masyarakat. Karena banyaknya pengunjung akan mencari oleh-oleh ikan, dan kuliner di Muara Beloan.”Kita harapkan Festival Danau Paot merupakan salah satu ikon pengembangan wisata di Muara Beloan khususnya, dan Kubar pada umumnya,” harap Rudy. (adv/rud/KP)












