AFRIKA UTARA, KALTIM PERS- Penemuan meteorit benda dari langit sempat menghebohkan sejumlah negara di belahan dunia. Lagi beruntung, Ali Benamar, warga Afrika Utara. Benda besi berukuran besar warga cokelat dtemukan di Gurun Sahara, Afrika Utara, pada awal Januari 2026. Meteorit ini menjadi objek studi penting untuk sejarah tata surya. Diperkirakan seharga miliaran rupiah.
Namun benda dari langit ini bukan ini saja yang kerap ditemukan warga. Sudah ribuan kali. Bahkan di Indonesia juga sempat ketiban rezeki. Setelah menjual benda dari luar angkasa itu. Tepatnya di Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2020. Meteorit dengan kategori kondrit karbon, bukan besi murni, terjual seharga Rp26 miliar. Namun klarifikasi menyebutkan harga sebenarnya adalah kesepakatan pribadi dan tidak setinggi angka tersebut.
Tak hanya itu, sejumlah deretan penemuan lainnya. Yakni meteorit besi termahal jenis pallasit. Yakni Meteorit Fukang, dihargai sekitar Rp31,8 miliar. Karena keindahan kristal olivin dan kelangkaannya. Meteorit ini berusia 4,5 miliar tahun dan sering kali dihargai lebih mahal daripada emas, menjadikannya barang koleksi bernilai tinggi. (rud/KP)
Berikut adalah poin-poin penting mengenai meteorit besi termahal:
- Meteorit terkenal karena mengandung kristal olivin hijau di dalam matriks besi-nikel. Ditemukan tahun 2000, ini adalah salah satu yang terindah dan termahal.
- Meteorit Pallasit adalah campuran besi-nikel dan olivin yang sangat langka, menyusun kurang dari 1% dari total meteorit.Meteorit Tinggi: selain Fukang, meteorit seperti Brenham (Rp16 miliar) dan Willamette (Rp15 miliar) juga masuk jajaran termahal.












