Jemaah Umrah Pemkab Terkesan di Jabal Uhud di Madinah, Kini Usai Tawaf dan Sai di Makkah

Rohadi (kiri), melaporkan perjalanan umrah Pemkab Kubar dari Tanah Suci, Arab Saudi. Foto saat berada di Jabal Uhud, Kota Madinah, atau sekitar 450 km dari Kota Makkah.

Laporan Rohadi, dari Arab Saudi

Jemaah umrah Pemkab Kutai Barat (Kubar) di Makkah, hingga Sabtu, 13 Desember 2025. Sejumlah ribual ibadah telah dilakukan dengan baik. Seperti serangkaian ibadah utama yakni Ihram (niat dan pakaian khusus), Tawaf (mengelilingi Ka’bah 7 kali), Sa’i (berlari kecil antara Safa dan Marwah 7 kali), dan Tahallul (mencukur atau memotong rambut). Sebelumnya melakukan serangkaian ibadah di Kota Madinah. Atau sekitar 450 kilometer dari Makkah

JEMAAH umrah Kubar 2025 awalnya berjumlah 143 orang. Namun yang berangkat hanya 142 orang. Karena satu orang tidak berangkat akibat sakit. Sehingga yang ke Tanah Suci sebanyak 133 orang dan 10 orang biaya sendiri. Mereka dilepas Wabup Kubar Nanang Adriani, Sabtu, 6 Desember 2025. Acara pelepasan di Masjid Al Muttaqin, Islamic Center, Kecamatan Melak, Kubar.

PAYUNG BESAR OTOMATIS: Rohadi, usai melaksanakan salat di Masjid Nabawi, Madinah. Di lingkungan Masjid Nabawi, terjaga dengan baik makam Nabi Muhammad. Kemudian, di sebelah selatan, ada ratusan makam para Syuhada. Tampak pemandangan ratusan payung besar otomatis pelindung bagi jemaah dari teri matahari dan jika hujan.

Rohadi yang juga Ketua Paguyuban  Seni Sunda Hegar Manan, Kubar melaporkan, yang berkesan juga ketika para jemaah umrah ke bukit Jabal Uhud. Lokasinya sekitar 5 km di utara Masjid Nabawi, Madinah. Jabal Uhud adalah gunung bersejarah di utara kota Madinah, Arab Saudi.

Di zaman Nabi Muhammad SAW. Jabal Uhud terkenal sebagai lokasi Perang Uhud  yakni pertempuran kedua umat Muslim melawan kaum Quraisy). Lokasi ini  dan menjadi tempat ziarah penting bagi jemaah haji/umrah karena letaknya yang strategis. Di situ pula terlihat lokasi makam para syuhada (termasuk Sayyidina Hamzah). Jabal Uhud julukannya sebagai “gunung yang dicintai Rasulullah” yang akan berada di surga, kelak. 

SINGGA ALLAH

Siapa itu, Sayyidina Hamzah bin Abdul-Muthalib. Dia adalah paman sekaligus saudara sesusuan Nabi Muhammad SAW. Dikenal luas dengan gelar “Singa Allah” (Asadullah) dan “Pemimpin Para Syuhada” (Sayyidu Syuhada). Beliau adalah salah satu sahabat terkemuka yang memeluk Islam pada masa-masa awal dakwah dan memberikan perlindungan penting bagi Nabi Muhammad SAW. 

Sayyidina Hamzah gugur sebagai syahid dalam Perang Uhud. Beliau dibunuh secara kejam oleh seorang budak bernama Wahsyi, yang diperintah oleh Hindun binti Utbah (istri Abu Sufyan) sebagai bentuk balas dendam atas kematian sanak keluarganya di Perang Badar. 

Keistimewaan dan karomah beliau terus dikenang. Salah satu riwayat menyebutkan bahwa jasadnya tetap utuh dan mengeluarkan aroma wangi saat kuburannya tanpa sengaja terbuka akibat banjir berabad-abad setelah wafatnya. Sebuah kisah yang semakin mengukuhkan gelar “Pemimpin Para Syuhada”.

MASJID BIR ALI

Sebelum ke Mekkah, para jemaah umrah puh ke Masjid Miqat Dzulhulaifah. Lokasi miqat (tempat memulai niat ihram) utama bagi jemaah haji dan umrah yang datang dari arah Madinah, termasuk jemaah dari Indonesia. 

Lokasi dan aksesnya, masjid ini berjarak sekitar 11 kilometer dari Masjid Nabawi di Madinah. Terletak di tepi jalan raya Madinah-Makkah, lokasinya sangat strategis dan mudah diakses oleh bus yang mengangkut ribuan jemaah. 

Miqat, adalah masjid merupakan salah satu dari lima miqat makani yang ditetapkan, di mana jemaah wajib mengenakan pakaian ihram dan berniat haji atau umrah sebelum memasuki Tanah Haram. Nama “Bir Ali” berasal dari kata bir yang berarti sumur. Ini merujuk pada sumur-sumur yang digali oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib di kawasan ini pada zaman dahulu.

Nama resminya adalah Dzulhulaifah atau Asy-Syajarah (Masjid Pohon) karena Nabi Muhammad SAW pernah berteduh di bawah pohon di tempat ini. 

MASJID KUBAH: Rohadi sedang berada di Masjid Kubah, bersama puluhan jemaah Kubar lainnya usai melakukan ibadah.

MASJID KUBAH

Merujuk pada Masjid Quba. Masjid pertama dalam sejarah Islam yang dibangun Nabi Muhammad SAW saat hijrah ke Madinah tahun 622 Masehi di desa Quba. Melibatkan langsung Nabi dan sahabat dalam pembangunan sederhana dari pelepah kurma. Dibangun atas dasar takwa, dan memiliki keistimewaan pahala setara umrah. Kata “Kubah” juga bisa merujuk pada fitur arsitektur, yang secara historis berkembang dari Romawi/Bizantium. Kemudian diadopsi ke arsitektur Islam, seperti pada Masjid Kubah Emas di Depok, yang terkenal dengan kubah berlapis emasnya. 

Masjid Quba adalah masjid pertama Nabi. Waktu dan tempat dibangun pada 8 Rabiul Awwal 1 H (23 September 622 M) di Quba, 5 km Tenggara Madinah, di atas tanah keluarga Bani Amr bin Auf.

Pembangunan, Nabi Muhammad SAW ikut membawa bahan bangunan, meletakkan batu pertama, dan memimpin salat di dalamnya. Kemudian, keistimewaan di dalam Al-Qur’an sebagai masjid yang didirikan atas dasar takwa dan salat di dalamnya berpahala setara umrah. Awal bangunan sangat sederhana, hanya dari pelepah kurma. (tulisan ke-1, rud/editing redaksi KP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *