Laporan Rohadi, dari Arab Saudi
Sebanyak 143 jemaah umrah Pemkab Kutai Barat (Kubar) akan kembali ke Tanah Air. Dijadwalkan, penerbangan menggunakan pesawat Garuda dari Bandara Soekarno Hatta, Jakarta ke Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Rabu, 17 Desember 2025 sekira pukul 08.00 wita. Dilanjutkan jalur darat Balikpapan ke Sungai Kunjang, Samarinda. Setelah itu menggunakan kapal motor Sungai Mahakam hingga ke Melak, Kamis, 18 Desember 2025.
APAKAH nanti semua jemaah umrah tiba di Melak, ada acara penyambutan atau tidak dari Pemkab Kubar, masih menunggu petunjuk. Intinya, semua jemaah umrah selamat dan sehat. Meskipun selama menunaikan ibadah umrah, sejumlah jemaah mengalami sakit Inspeksi saluran pernapasan atas (Ispa). Seperti batuk dan flu. Karena cuacanya dingin. Walaupun demikian, tidak menghambat proses ibadah umah yang harus dilakukan selama di Tanah Suci.



Yang membanggakan para jemaah umrah selama di Tanah Suci, diberikan pelayanan yang sangat baik oleh PT. Ritas Raudah Travel Umrah & Haji, dengan pimpinan Hj. Rita Suhaimi. ”Kalau tahun depan (2026) Pemkab Kubar ada lagi kegiatan umrah, bisa dikasihkan lagi kepada PT. Ritas Raudah Travel Umrah & Haji. Luar biasa pelayanannya bagus. Pokoknya luar biasa lah,” kata Rohadi.
Sebelum meninggalkan Arab Saudi. Semua jemaah umrah sudah mengikuti rangkaian umrah melakukan Tawaf Wada’ (perpisahan) 7 kali memutar Ka’bah di Masjidil Haram, Makkah. Rangkaian ini disunahkan bagi jemaah umrah sebelum meninggalkan Makkah.
Kemudian melanjutkan perjalanan ke Jeddah. Berkesempatan mendatangi sejumlah barang oleh-oleh. Jeddah memang pusat dagang bersejarah dan modern, terutama bagi jemaah haji atau umrah yang mencari oleh-oleh di area seperti Pasar Al Balad (kota tua), seperti souvenir, kurma, parfum, dan lainnya. Selanjutnya ke Souk Qabil atau pusat perbelanjaan modern seperti Tahlia Shopping Center menghubungkan pedagang dari Yaman, Eropa, dan Asia. Di sini menjadikannya lokasi strategis untuk transaksi budaya dan komersial sejak lama.


BANDARA TERSIBUK TIMUR TENGAH
Bandara Internasional King Abdulaziz (KAIA) di Jeddah, Arab Saudi dibuka tahun 1981 untuk menggantikan bandara lama dan menjadi gerbang utama jemaah haji. Ini dinamai dari pendiri Arab Saudi, Raja Abdulaziz. Sejarahnya ditandai dengan ekspansi besar. Terutama renovasi dan pembangunan terminal baru modern yang diresmikan tahun 2019 di bawah Raja Salman. Menjadikan salah satu bandara tersibuk di Timur Tengah. Dengan kapasitas besar untuk melayani jutaan peziarah dan penumpang global setiap tahunnya.

Awal Mula dan Peresmian
- Fase Pengembangan: Seiring waktu, bandara mengalami perluasan signifikan untuk meningkatkan kapasitasnya.
- Terminal Baru: Pembangunan tahap pertama yang besar selesai tahun 2019, meresmikan kantor pusat baru dengan terminal penumpang yang sangat luas dan modern, yang menjadi terminal terbesar keempat di dunia saat itu.
- Visi 2030: Pengembangan ini sejalan dengan Visi 2030 Arab Saudi untuk menjadi destinasi global, memfasilitasi pergerakan jamaah dan wisatawan.

Peran dan Kapasitas
- Gerbang Utama: Menjadi pintu gerbang utama bagi dunia Islam dan pusat penerbangan global.
- Tersibuk: Salah satu bandara tersibuk di Timur Tengah, menangani jutaan penumpang, terutama jemaah haji dan umroh.
- Tonggak Sejarah: Tahun 2025, mencatat 50 juta penumpang, menjadikannya salah satu bandara megadunia.
Fasilitas Khusus
- Terminal Haji: Memiliki terminal khusus yang legendaris untuk melayani jutaan jemaah haji.
- Terminal Kerajaan: Menyediakan fasilitas mewah untuk keluarga kerajaan dan VIP. (tulisan terakhir/rud/tim editing redaksi/KP)












