SENDAWAR, KALTIM PERS – Pembangunan lanjutan jembatan Aji Tulur Jejangkat (ATJ) di Kecamatan Melak, Kutai Barat (Kubar) harus diselesaikan segera. Tidak saja sudah lama diidamkan warga Kecamatan Mook Manaat Bulatn (MMB). Termasuk warga Kubar lainnya melintasi jalan lebih dekat ke Samarinda melalui Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara (Kukar).
Tokoh masyarakat dan pemuda Kecamatan MMB mendesak lanjutan jembatan ATJ, sebagai jembatan menyeberangi Sungai Mahakam pertama di Bumi Tanaa Purai Ngeriman. Hal ini sejalan dengan program Bupati Kubar Frederick Edwin. Jadi tidak ada pihak lain yang mencoba-coba menghambat apalagi membatalkan. “Karena ini murni aspirasi masyarakat MMB,” tegas Antoyok dan Surianto, tokoh masyarakat MMB. Hal senada dikatakan Rendi Pasius, tokoh pemuda setempat.
Selama ini, akses warga ke Sendawar, Ibu Kota Kabupaten sulit. Harus menggunakan feri penyeberangan di Melak. Memakan biaya besar. Ke Sendawar, tidak saja kepentingan pelayanan pemerintah kabupaten.Di samping itu pula membeli kebutuhan pokok di Melak. Kemudian jika ada warga sakit dirujuk ke RSUD Harapan Insan Sendawar .”Kami terasa terisolir padahal dekat dengan kabupaten,” kata Rendi Pasius.

Camat MMB Anugerah Arruan Pasilong membenarkan, banyak warga aktif mempertanyakan kelanjutan pembangunan jembatan ATJ. “Hampir setiap ada pertemuan warga mempertanyakan kapan kelanjutan pembangunan jembatan ATJ. Termasuk juga disampaikan warga secara langsung kepada Bupati Kubar Frederick Edwin, dalam suatu kesempatan kunjungan ke MMB,” ungkap Anugerah.
Baru-baru ini, terbit di media lokal, atas pernyataan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kubar belum terbitkan Legal Opinion/LO (pendapat hukum), kelanjutan jembatan ATJ. Kejari meminta, Pemkab Kubar berkomunikasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebelum diterbitkannya LO oleh Kejari Kubar.
Menanggapi publikasi itu, sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda MMB menyayankan. Setidaknya pernyataan ini bukan menjadi konsumsi publik. Justru sikap Kejari Kubar atau pihak yudikatif bersama legislatif dan eksekutif duduk satu meja ke KPK. Dengan harapan, pekerjaan fisik bisa dilanjutkan. Secara proses penyelidikan itu menjadi kewenangan anti rasuah. “Jangan sampai berpolemik atau saling lempar. Lantas kepentingan masyarakat terabaikan. Ini murni keinginan masyarakat,” tegasnya.
Secara fisik di lapangan, jembatan ATJ sudah dibangun realisasi beberapa persen. Sudah habiskan uang rakyat. Ini sangat merugikan masyarakat dan pemerintah itu sendiri. “Coba kalau seandainya berdomisili di MMB, pasti menaruh harapan yang sama agar jembatan ATJ segera diselesaikan. Bukan lantas saling lempar tanggung jawab,” singgung warga.

Terpisah, Presidium Dewan Adat (PDA) Kubar memberikan dukungan. Pembangunan jembatan ATJ harus ditindaklanjuti. Karena jembatan yang sudah dibangun dan atas pergantian pucuk pimpinan Pemkab Kubar lalu malah mangkrak. “Padahal jembatan ATJ itu dibangun guna memberikan akses seluas-luasnya untuk lima kecamatan yang terakses,” kata Yurang, Ketua PDA Kubar. Kelima kecamatan itu yakni Melak – MMB, Tering – Long Iram dan Muara Pahu. Selanjutkan terkoneksi pula dengan beberapa kecamatan di wilayah Kukar dan Mahakam Ulu.
TUNGGU KELENGKAPAN

Terpisah, Bupati Kubar Frederick Edwin mengatakan, Pemkab Kubar masih menunggu kelengkapan berkas dan dukungan penyelesaian jembatan ATJ. Mengingat melanjutkan pembangunan jembatan ATJ ini sangat penting. “Keberadaan jembatan ATJ diharapkan dapat memperlancar akses transportasi serta mendukung peningkatan pelayanan kesehatan dan ekonomi masyarakat,” kata Frederick Edwin.
Sementara itu, Wagub Kaltim Seno Aji ketika berkunjung ke Kubar turut memberikan dukungan akses jalan Melak, Kubar – Kota Bangun, Kukar. Karena akses jalan ini dapat mempersingkat waktu tempuh dan meningkatkan aksesibilitas (kemudahan) wilayah tersebut.

PT Fajar Sakti Prima dan beberapa perusahaan Hutan Tanaman Industri turut memberikan konstribusi memberikan akses jalan pendekat tersebut. Wagub Seno Aji memberikan apresiasi konstribusi perusahaan. Hal ini sebagai bentuk kepedulian perusahan terhadap pembangunan infrastruktur di Kaltim. ”Karena akses (tol akasia) ini dapat memangkas jarak perjalanan dari Melak,” terang Seno Aji. Hal ini sejalan dengan komitmen Pemprov Kaltim untuk memperbaiki dan memuluskan jalan penghubung antar kabupaten di pedalaman Kaltim. Sebab dianggap penting untuk menunjang aktivitas masyarakat dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. (rud/KP)













