SENDAWAR, KALTIM PERS– Warga Kecamatan Muara Pahu dan Penyinggahan, Kutai Barat (Kubar) dipusingkan langkanya Bahan Bakar Minyak (BBM) . Kondisi ini hampir 2 bulan lebih. Penyebabnya, kosongnya stok BBM jenis pertalife dan solar bersubsidi di Agen Premium Minyak Solar (APMS) Terapung PT. Muara Pahu Indah di Kampung Sebelang, Kecamatan Muara Pahu.
Kondisi ini membuat warga sangat kecewa. Bahkan ada sejumlah warga merencanakan akan melakukan aksi demo ke APMS terapung tersebut. Karena BBM jenis pertalife sangat diperlukan untuk aktivitas warga. Baik yang menggunakan kendaraan sepeda motor dan roda empat maupun alat transportasi sungai. Demikian pula solar untuk mesin listrik kampung dan keperluan lainnya.
Camat Muara Pahu Mauliddin Said membenarkan, jika BBM di APMS Terapung PT. Muara Pahu Indah kosong. Pihaknya sudah mengirimkan surat kepada manajemen APMS Terapung PT Muara Pahu Indah, beberapa hari lalu. Dari pengakuan Amat, sebagai orang yang dipercayakan mengelola APMS Terapung PT Muara Pahu Indah menjanjikan, stok BBM akan kembali normal, dalam sepekan kedepan. ”Ya kita tunggu saja informasinya. Mudahan saya benar, bahkan stok BBM kembali tersedia atau normal,” tegas Mauliddin Said kepada Kaltim Pers, Senin (10/11/2025).
Ada pengakuan diinternal APMS, ungkap dia, kelangkaan BBM akibat pergantian manajemen yang mengelola penjualan BBM bersubsidi tersebut. Pergantian manajemen itu di dalam internal PT Muara Pahu Indah. ”Ya kita tunggu saja. Jika memang dijanjikan pekan depan BBM tidak kunjung teralisasi maka pihak pemerintah kecamatan Muara Pahu akan mengirimkan surat teguran lagi,” terangnya.
Sementara itu, Amat selaku pengelola APMS Terapung PT Muara Pahu Indah yang dikonfirmasi media ini belum berhasil. Nomor ponsel yang dikontak tidak aktif.
Sementara itu, Direktur BUMKA Muara Beloan, Jurni membenarkan, bahwa stok BBM di APMS Terapung PT.Muara Pahu Indah kosong. Untuk mendapatkan BBM terpaksa mencari ke sejumlah pengecer di Muara Pahu. ”Kita paksa beli di pengecer saja. Ya harganya beda lebih mahal dibandingkan APMS. Mau tidak mau,” kata Jurni. Karena BBM sangat diperlukan. Khususnya warga Kampung Muara Beloan tercatat 212 kepala keluarga sekitar 95 adalah nelayan memerlukan BBM jenis partalife. (rud/KP)













